Dandim Aceh Utara : Menjadi Anggota TNI Organik Wajib Tes Narkoba

55
Dandim Aceh Utara : Menjadi Anggota TNI Organik Wajib Tes Narkoba
Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto Dandim 0103/Aceh Utara

BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto kembali menegaskan kepada Perajurit TNI yang akan menjadi organik di Kodim 0103/Aceh Utara Wajib menjalani serangkain test Narkoba.

“Upaya ini sebagai bentuk Pengamanan internal satuan untuk mencegah peredaran Narkoba di kalangan prajurit, khususnya terhadap para anggota baru yang nantinya akan menduduki jabatan Babinsa,” katanya, Saat memberikan keterangan pada wartawan terkait kegiatan sosialisasi pemberantasan Narkotik dan pelaksanaan tes urine terhadap para prajurit di Makodim setempat. Rabu (22/11/17).

Menurutnya, Apabila Prajurit TNI Khususnya para Babinsa telah bersih dari Narkoba maka diharapkan dapat melaksnakan tugas dengan maksimal karena kedepan tugas Babinsa akan semakin berat yang langsung berhadapan dengan masyarakat yang mempunyai latar belakang dan karakteristik yang berbeda beda.

“Setiap tindakan dan perbuatan seorang Babinsa akan selalu dapat dicontoh dan dijadikan suri tauladan oleh masyarakat, maka Babinsa harus benar benar besih dari Narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, Upaya satuan Kodim 0103/Aceh Utara untuk melakukan upaya pencegahan, diantaranya dengan melakukan sosialiasi Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan pengecekan urine terhadap para Prajurit TNI setiap tiga bulan sekali.

Untuk diketahui dalam pelaksanaan sosialisasi dan tes urine itu sedikitnya Sebanyak 100 prajurit Kodim 0103/Aceh Utara kut dites urinenya, itu dilakukan setelah mendapatkan materi sosialisasi bahaya Narkoba dan pengetahuan jenis-jenis Narkoba serta dampak yang diakibatkan.

Menurutnya, sanksi pelanggaran terhadap narkotika bagi prajurit TNI cukup berat. Selain penjara juga harus dipecat dengan tidak hormat. Oleh karena itu, prajurit mesti berhitung untung ruginya.

“Jangan main-main dengan Narkoba. Sebab sanksinya sangat berat”, tegasnya.

Pelaksanaan tes urine yang digelar merupakan upaya dukungan terhadap program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan TNI.

“Perintah sudah jelas, bagi Prajurit yang terlibat Narkoba akan dipecat. Kita konsen. Kita laksanakan tes urine secara rutin tapi mendadak,” ujarnya.

Pemeriksaan urine terhadap prajuritnya dilakukan secara periodik 3 bulan sekali dengan waktu pelaksanaan yang mendadak. Sample urine langsung dibawa dilakukan pemeriksaan ditempat apakah ada indikasi penggunaan narkotika.

“Seluruh prajurit termasuk saya, juga lakukan tes urine tidak ada celah bagi prajurit menggunakan narkotika,” katanya.

Selama pemeriksaan tidak ada ditemukan prajurit yang terindikasi menggunakan narkotika. Dari tidak ada temuan tersebut, maka kami berkesimpulan kesadaran prajurit semakin membaik untuk taat terhadap peraturan maupun perintah atasan,imbuh Dandim.

Bagaimana Menurut Anda?