Mahasiswa Desak Kejari Aceh Timur Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi 14 Milyar

92
Mahasiswa Desak Kejari Aceh Timur Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi 14 Milyar
para pengunjuk rasa dalam Aksi damai Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Aceh Timur (AMPAT) saat berada di halaman Kejari Aceh Timur, Kamis, 9 November 2017. (Photo/Ist)

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH TIMUR – Belasan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Aceh Timur (AMPAT) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur. Mereka menuntut pihak Kejari untuk segerai menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang mengendap di instansi tersebut. 

Para mahasiswa dalam aksinya yang berlangsung Kamis (9/11/2017). meminta pihak Kejari Aceh Timur untuk segera menetapkan tersangka, terkait kasus penerimaan Bantuan Sosial Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Kedelai Pola Non Kawasan di Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2015, yang kasusnya sudah dilaporkan sejak 29 Agustus 2016.

Para mahasiswa  juga mendesak pihak Kejari Aceh Timur, supaya  menindak tegas terhadap oknum yang terlibat dalam kasus GP-PTT kedelai non kawasan Kabupaten Aceh Timur tahun 2015, tanpa melihat status sosialnya, karena semua warga Negara Republik Indonesia sama di mata hukum.

Dalam aksi tersebut, AMPAT juga mendesak Kejari, untuk menindak oknum yang dengan sengaja mengabaikan Perpres Tahun 2015, tentang pengadaan barang dan jasa, yang mana juknis sosial gerakan penerapan pengelolaan Tanaman Terpadu kedelai pola non kawasan Kabupaten Aceh Timur tahun 2015.

“Seharusnya proses pembelanjaan dilakukan oleh kelompok penerima bantuan, namun fakta di lapangan pihak Dinas Pertanian yang mengelola dana sebesar Rp14 miliar lebih,” teriak Koordinator aksi demo Muhammad Furqan dengan  alat pengeras suara.

Para mahasiswa juga meminta pihak Kejari Aceh Timur, Supaya lebih profesional dalam menyelesaikan kasus bantuan sosial GP-PTT kedelai pola non kawasan Aceh Timur tahun 2015 itu, supaya, kata Muhammad Furqan, jangan ada persengkongkolan dengan pihak yang terlibat dalam kasus tersebut atau intervensi dari pihak lain.

“Kami meminta pihak Kejari lebih meningkatkan kinerja dalam menindaklanjuti kasus-kasus korupsi yang ada di Aceh Timur,sesuai prosedur” Ucap Koordinator aksi Muhammad Furqan.

Berselang sekitar 20 menit, Kepala Kejari Negeri (Kajari) Aceh Timur Muhammad Ali Akbar S.H. M.H  menemui para pengunjuk rasa, di hadapan mereka Kajari, menjelaskan, untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, pihaknya juga mengaku tidak main-main dengan kasus dugaan korupsi. Kajari juga meminta kepada masyarakat jika menemukan bukti-bukti baru terkait dugaan korupsi tersebut supaya segera melapor ke pihak Kejari.

“Seharusnya dalam menyampaikan aspirasi tidak harus dengan berteriak-teriak, silahkan datang ke Kantor Kejari, sampaikan apa yang perlu disampaikan, kita pasti akan menerimanya, saya mendukung penuh niat mahasiswa dan pemuda Aceh Timur untuk memberantas korupsi,” ucap Muhammad Ali Akbar

Usai mendengar penjelasan Kajari, para pengunjuk rasa menuju Kantor Bupati Aceh Timur, dengan menggunakan kereta dan mobil pribadi yang berjarak hanya beberapa kilo meter. Sesampainya di halaman Kantor Bupati, mereka juga membaca petisi yang isinya tidak jauh beda dengan apa yang disampaikannya di depan Kantor Kejari.

“Semua punya aturan, kita tunggu proses di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Semua masih dalam proses, jika terbukti bersalah Bupati tidak akan mendiaminya, kita tunggu saja proses di tingkat pengadilan,” ujar Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat saat menemui pengunjuk rasa.

Setelah mendengar ulasan Sekda beberapa menit, pengunjuk rasa yang mendapat mengawalan ketat dari personel kepolisian setempat, bubar. Sebelum membubarkan diri,  mahasiswa juga mengancam, jika kasus tersebut tidak segera diselesaikan, akan ada lagi unjuk rasa besar-besaran di akan datang.

Bagaimana Menurut Anda?