Pasal Dugaan Penyimpangan Dana Beasiswa di Aceh, Dewan Harus Tanggung Jawab. Kata Salah Satu Mahasiswa FKIP Unsyiah

4.348 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDA ACEH –  Ridha Aulia, salah satu Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Fakultas FKIP, angkatan tahun 2103, meminta Anggota Dewan untuk bertangung jawab atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Dia mengaku prihatin, akhir – akhir ini menurutnya, banyak sekali permasalahan korupsi yang terjadi, khususnya di Aceh, yang saat ini sedang hangat – hangatnya dibicarakan publik. Terutama di media massa.

Seperti yang sedang terjadi sekarang ini timpalnya, yang dilakukan oleh oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berasal dari salah satu partai lokal, diduga terlibat Korupsi milyaran rupiah, terkait dana beasiswa tahun anggaran 2016/2017, yang diperuntukan kepada Mahasiswa Aceh,

Modus operandi dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum anggota DPRA tersebut, beber Ridha, adalah dengan merekomendasikan pengajuan beasiswa fiktif ke Dinas Pendidikan untuk Mahasiswa Aceh, yang sedang menempuh pendidikan diberbagai Perguruan Tinggi di Indonesia,

“Padahal seharusnya merekalah yang menjadi contoh yang baik bagi orang banyak,” ungkap Ridha Aulia, kepada media ini, Rabu (13/06/2018) pagi, melaui WhatshApp.

Modus lainnya, masih kata dia, oknum Anggota Dewan ini, diduga melakukan intervensi terhadap Dinas Pendidikan Aceh, selaku mitra kerjanya untuk mencairkan beasiswa terhadap mahasiswa tertentu yang telah direkomendasikannya.

Setelah cair, dana tersebut selanjutnya dibagi dua, terang dia. Masing – masing sebagian untuk mahasiswa dan sebagian lagi untuk oknum Anggota Dewan bersangkutan.

Bukan  hanya itu saja, tambah dia, diperkirakan ada beberapa modus lain, yang diduga turut dilakukan oknum tersebut dalam menggerogoti dana beasiswa pada Dinas Pendidikan Aceh, ucap Ridha.

Berdasarkan laporan yang yang diterima, dari seluruh praktek “ilegal” yang dilakukan oknum tersebut, diduga sukses meraup milyaran rupiah dari dana beasiswa dimaksud, pungkas Mahasiswa Fakultas FKIP, Universitas Syiah Kuala.

Menurut difinisinya, banyak para ahli berpendapat tentang korupsi yang terjadi, pada dasarnya korupsi ini sangat merugikan Negara dan dapat merusak kesejahteraan bangsa, “Korupsi adalah tindakan menyimpang yang menyalahgunakan kepercayaan publik dengan menggelapkan keuangan negara dan perekonomian negara”, jelas Ridha Aulia.

“Korupsi juga merusak struktur pemerintahan, menjadi penghambat jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya”. Sambungnya.

Selain itu, lebih jauh dikatakan, praktek korupsi akan berlangsung terus menerus selama tidak adanya kontrol dari pemerintah dan masyarakat, sehingga timbul oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab yang memperkaya diri sendiri, masih kata dia.

“Korupsi tidak bisa dibiarkan begitu saja, bila satu negara ingin mencapai tujuannya. Karena, kalau dibiarkan secara terus menerus maka semua kalangan akan menganggap tindak korupsi sebagai hal biasa, dan akan menimbulkan sikap mental pejabat yang selalu menghalalkan segala cara untuk melakukan tindakan korupsi”. Katanya

Berdasarkan temuan dan dugaan Korupsi tersebut, Ridha mengatakan, sudah saatnya KPK, para penegak hukum dan para penggiat gerakan anti korupsi bahu – membahu menyelamatkan dana – dana yang terkumpul dari berbagai sumber, yang di salurkan kepada lembaga pendidikan tinggi dan menyelamatkan pendidikan tinggi di Aceh, agar pendidikan di Aceh selamat dari tangan – tangan orang jahat.

Selaku Mahasiswa, diapun meminta kepada pihak Kepolisian, untuk dapat memproses masalah ini secara terbuka, tegasnya. “Siapa yang bersalah, rakyat harus tahu”.tandasnya.

Semoga penegak hukum masih menjadi lembaga yang dapat kami banggakan dalam mengusut kasus korupsi. “Dewan harus bertanggung jawab”, tutup Ridha Aulia.

Bagaimana Menurut Anda?