Pemilu Rawan Politik Uang, Ini Kata Ketua Bawaslu Aceh

1.203 dibaca
Ketua Bawaslu Aceh, Muklir

BUANAINDONESIA.CO.ID, CALANG – Untuk menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu), Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilihan Umum) Aceh Jaya melakukan rapat koordinasi dengan para stakeholders di Aula Dinas Kesehatan. Rabu, 27 Desember 2017.

“Tugas dan fungsi hal-hal yang kita anggap rawan saat pemilu dipaparkan di kegiatan ini.
Salah satunya money politic, pelanggaran dalam money politic bisa membatalkan satu pasangan calon,” ujar Ketua Bawaslu Aceh, Muklir di sela kegiatan tersebut.

Lanjut Muklir, bila hal tersebut terjadi (money politic) dan dikondisikan peserta Pemilu ataupun Partai Politik secara terstruktur, sistematis dan masif, maka solusinya adalah pembatalan calon.

“Sesuai dengan regulasi dan prosedur yang ada. Kalau itu terjadi, kita akan memutuskan sesuai dengan Undang-Undang yang ada untuk pembatalan tersebut,” lanjutnya

Muklir mengaku optimis, dalam penyelesaian pelanggaran yang terjadi saat pemilu. Dengan Undang-Undang yang baru, memberikan kewenangan lebih untuk Bawaslu.

“Kalau dulu hanya sebatas rekomendasi, tetapi sekarang, sebagai putusan dan itu sudah resmi dari peradilan. Dengan diberikan kewenangan tersebut, kami yakin siap melaksanakannya,” tuturnya.

Muklir berharap para caleg atau kandidat peserta pemilu peserta pemilu 2019, agar mematuhi regulasi yang ada.

“Bukan hanya mematuhi saja, tetapi harus paham regulasi itu. Karena dengan tahunya tersebut, akan memperkecil persoalan pelanggaran,” harap Ketua Bawaslu.

EDITOR: WN

Bagaimana Menurut Anda?