Polres Aceh Jaya Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rencong 2018

3.238 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Kepolisian Resor Aceh Jaya (Polres Aceh Jaya) bersama intansi terkait melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rencong 2018, di Lapangan Apel Mapolres Aceh Jaya, Rabu (06/06/2018).

Apel tersebut dilaksanakan sebagai tanda dimulainya operasi kepolisian terpusat. Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, S.Ag.M.H, diikuti unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Jaya, Waka Polres, Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, personel Kodim Aceh Jaya, Korps Brimob, POM, Polres, Polsek, Satpol PP/WH, Perhubungan, Pemadam, Rapi, PMI serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya.

Kapolres Aceh Jaya, saat Apel membacakan amanat tertulis Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menyatakan, Operasi Ketupat Tahun 2018 diselenggarakan secara serentak, di seluruh Polda jajaran selama 18 hari, dimulai tanggal 7 Juni sampai dengan 24 Juni 2018.

“Operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta Stakeholder terkait dan elemen masyarakat lainya. Potensi kerawanan adalah masalah kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik”, kata AKBP Eko Purwanto.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjut Eko, pihaknya akan memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan agar selalu di antisipasi dan di waspadai guna kelancaran perjalanan. “Potensi kerawanan yang harus diantisipasi adalah bencana, alam, serta gangguan Kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal dan hipnotis”, tambah Kapolres.

“Rencana operasional, disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ramadniya pada tahun 2017, disertai analisa pangan dan Kamtibmas di 2018”, tambah Eko.

Sehingga sambung Kapolres, pelaksanaan oprasional tahun ini setidaknya terdapat beberapa potensi kerawanan yang harus diwaspadai, diantaranya stabilitas harga dan kesediaan bahan pangan serta tindak pidana terorisme dan diharapkan juga kerja sama dengan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Bagaimana Menurut Anda?