Warga Gampong Baro Selamat Dari Terkaman Buaya, ini Ceritanya

73

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA. Keganasan “Raja Sungai” kembali memakan korban, seorang nelayan sungai bernama Edi Yulizar (32), warga Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, menjadi korban terkaman buaya, Jumat (8/12) sore.

Geuchik Gampong Baro, Tgk. Muhammad Abi (48), kepada buanaindonesia menuturkan, kejadian warga dimangsa buaya sudah kedua kalinya terjadi di Gampongnya, Korban kali ini Edi, nelayan sungai, saat pulang dari mencari kepiting menggunakan sampan. Tiba-tiba, dari dalam air muncul buaya menyerang korban yang sedang mengayuh sampan. “Edi diterkam dan ditarik kedalam sungai. Didalam sungai Pergulatan pun terjadi antara Edi dan buaya. Sembari timbul tenggelam, korban berusaha bertahan dengan melawan keganasan buaya”.katan Tgk. Muhammad Abi
Antara hidup dan mati, Edi pun berusaha mempertahankan nyawanya dari gigitan raja sungai, dia berusaha melepaskan cengkraman moncong dan gigi tajam predator pemangsa tersebut. “Untungnya, saat hampir kehabisan tenaga, ada warga yang menolong korban, bernama Ishaq. sehingga korban dapat diselamatkan dan dibawa ke RSUD Teuku Umar”. Katanya.
Selaku Geuchik, ia mengaku, sudah sering menyampaikan kepada warga gampong, yang 60 persen sebagai nelayan, untuk berhati-hati dalam melakukan aktifitasnya. Karena kejadian bukan hanya sekali terjadi.
“Ini Sudah sering tejadi. Ada juga hewan ternak yang diterkam, seperti sapi dan kambing, juga sampan nelayan saat mencari rezeki, Kehidupan warga Gampong ini,” papar dia.
Ia menambahkan, jumlah binatang predator yang ada di tempat itu, berkisar seratus lebih dengan berbagai jenis dan ukuran. “Ini sudah meresahkan. Meskipun Yang ganas disini tidak banyak, hanya beberapa saja”, tandas dia.
Sementara itu apha, sapaan akrab pedagan mie kepiting di Sayeung. Mengharapkan pemerintah dapat menanggulangi masalah hewan predator itu. Sehingga, kedepannya tidak ada lagi korban dari keganasan buaya disana. “Untung saja dua korban yang pernah diterkam di sungai itu, dapat tertolong dan diselamatkan”, tutup Apha.
Sementara Direktur RSUD Teuku Umar, dr. Suryadi saat ditemui, menjelaskan, bahwa kondisi pasien saat ini dalam penanganan pihak medis. “Tidak ada luka yang terlalu parah”, katanya.
“pasien, mengalami luka lecet, luka robek dibagian belakang dan bagian dada depan, di kepala juga dada dan kemudian punggung. Saat ini kondisi pasien sudah satabil”. pungkas dr. Suryadi.

Bagaimana Menurut Anda?