Tingkat Kesadaran Hukum Kriminalitas Masyarakat Aceh Singkil

48

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH – Hasil Rekap data perbandingan Ungkap Kasus dari tahun 2016-2017 di Aceh Singkil, terjadi penurunan kasus pencurian dan pemberatan. Sedangkan, untuk kasus narkoba dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan.

“Hasil rekap data perbandingan Ungkap Kasus dari tahun 2016-2017, tindak pidana kriminal yang paling sering adalah kasus pencurian dan pemberatan, meski terjadi penurunan jumlah kasus, kasus tersebut tetap yang paling tinggi. Pada tahun 2016 kasus pencurian dan pemberatan berjumlah 475 kasus, sedangkan tahun 2017 berjumlah 375 kasus,” ungkap Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin, dalam Pers Release Polres Aceh Singkil. Selasa, 5 Desember 2017.

Rizkian melanjutkan, untuk kasus narkoba terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kasus narkotika jenis sabu-sabu menjadi yang paling banyak terungkap.

“Untuk kasus Narkoba terjadi peningkatan, pada tahun 2016 terdapat 32 kasus sedangkan tahun ini berjumlah 37 kasus. Paling banyak terungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu. Dari data tersebut bisa diketahui masih banyak pelaku-pelaku penyalahgunaan narkotika, tetapi juga dapat disimpulkan, Satuan Reserse Narkoba Polres Asing bekerja lebih optimal. Hal ini terlihat makin meningkatnya kasus narkoba yang terungkap,” lanjut Ian.

Untuk kasus pelanggaran lalu lintas terjadi peningkatan hingga 100 persen lebih dari tahun sebelumnya. Pelanggar lalu lintas tahun 2016 ada 973 set tilang dan tahun 2017 terdapat 2114 set tilang, tidak menggunakan helm menjadi jumlah pelanggaran paling dominan. Untuk jumlah kecelakaan lalu lintas, terjadi penurunan, dari tahun 2016 sebanyak 81 kasus dengan rincian korban jiwa meninggal dunia 29 orang, luka berat 30 orang, luka ringan 105 orang, dan kerugian materi sebesar 392.150.000 rupiah. Sedangkan pada tahun 2017 terjadi sebanyak 67 kasus, dengan rincian, korban meninggal 36 orang, luka berat 42 orang, luka ringan 72 orang, dan kerugian materi sebesar 437.850.000 rupiah.

“Artinya terjadi penurunan kecelakaan lalulintas, tapi jika dilihat jumlah korban tewas dan kerugian materi yang meningkat, kemungkinan banyak masyarakat kita belum sadar pentingnya mentaati peraturan berlalu lintas, karena fakta dilapangan, korban tewas rata-rata tidak memakai helm,” ujar Ian.

EDITOR: WN

Bagaimana Menurut Anda?