Warga Resah, Dijanjikan Dapat Rumah Dhuafa, Uang Malah Melayang

2777

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Warga Transmigrasi yang saat ini tinggal di desa Bukit Hagu, Patok Tiga, kecamatan Lhoksukon Aceh Utara, diresahkan oleh sekelompok bandit yang mengambil uang mereka dan mengiming-imingi akan mendapatkan rumah bantuan duafa dari pemerintah.

Samono (45), sutomo(45), Noval (33), warga transmigrasi, yang saat ini menetap di desa Bukit Hagu, patok tiga, kecamatan Lhoksukon, kepada awak media mengaku mereka didatangi oleh Suryadi, warga Desa Bukit Hagu Gampong, pada Tahun 2014 lalu, dan Suryadi meminta uang sebesar Rp 6000.000 (enam juta Rupiah), juga di iming-imingi akan mendapatkan rumah bantuan duafa dari pemerintah,” ungkapnya.

“Kepada Istri saya pelaku meminta uang dengan jumlah Rp 6.000.000 dan dijanjikan kami akan mendapatkan jatah rumah duafa, tapi bila rumah itu gagal mereka dapatkan maka uang tersebut akan dikembalikan secara utuh,” papar Sumono.

Tambah Sumono, pihaknya yakin karena pelaku mengaku salah seorang pengurus Partai Aceh. Untuk meyakinkan korbannya,  pelaku juga membawa satu Truck pasir bercampur batu (sirtu) di lokasi tempat yang telah disiapkan korban untuk pembangunan rumah tersebut, namun rumah yang dijanjikan sudah hampir empat Tahun belum kunjung dibangun.

“Sering sekali saya menelpon Suryadi dan meminta uang kami untuk dikembalikan, namun pelaku dengan berbagai dalih meminta korban sabar uang itu akan dikembalikan dalam waktu dekat ini, tetapi janji itu hanya sekedar memberi harapan kepada kami agar kasus yang dianggap penipuan ini tidak tersebar luas ke publik, ” imbuh Sumono.

Menurut Sumono, bukan mereka saja yang menjadi korban penipuan, akan tetapi ada juga warga unit enam dan unit lima yang mengaku kepada saya  menjadi korban penipuan Bandi yang berkedok calo Rumah bantuan duafa, dengan jumlah bervariasi. Menurut pengakuan warga disana dibawah satu juta dan juga mengiming-imingi mendapatkan rumah bantuan.

Sebelum menerima uang dari mereka harga  yang di tetapkan pelaku, untuk satu unit rumah bantuan duafa, dengan harga 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah), namun mereka meminta DP sebesar Rp 6.000.000.

” Saat rumah itu sudah rampung sebelum penyerahan kunci mereka harus membayar 4000.000 (empat juta rupiah) lagi, sehingga korban yakin terhadap ucapan bandit yang berkedok calo rumah Duafa itu, ” tutup Sumono.

Bagaimana Menurut Anda?