Aktivis 98 Mengutuk Tindakan Anti Kebhinekaan

1.240 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA-Terjadinya peristiwa penyerangan terhadap dua orang tokoh Islam Jawa Barat yang menimpa Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kiai Umar Basri yang dianiaya usai shalat subuh di ponpes dan menimpa juga Komandan Brigade PP Persis, Ustadz Prawoto. Dan terjadi kembali seorang pria tak dikenal membawa samurai masuk ke dalam Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta pada Ahad pagi, 11 Februari 2018. Pria ini menyerang membabi buta orang-orang yang berada dalam gereja termasuk Romo Edmund Prier SJ yang tengah memimpin ibadah Minggu pagi tadi, 11 Februari 2018.

Melihat peristiwa diatas yang terjadi belakangan ini, bahwa terjadinya gerakan anti Kebhinekaan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang lagi-lagi mengusik nilai-nilai kebangsaan kita serta Pancasila sebagai dasar negara, kita patut menjaga dan mengantisipasi gerakan anti kebhinekaan tersebut.

Kita perlu mewaspadai memasuki tahun politik 2018 gerakan anti Kebhinekaan menimbulkan fenomena yang merusak keberagaman dan kebhinekaan Indonesia saat ini. Pemerintah harus segera mengusut pelaku yang tidak bertanggungjawab dan otak dibalik peristiwa-peristiwa yang tak lazim disaat kita semua menghadapi tahun politik dengan adanya Pilkada serentak 2018 pada 27 juni nanti dan tahapan pileg serta pilpres 2019 yang juga akan dilaksanakan serentak.

Sulaiman Haikal, seorang aktivis rumah gerakan 98 mengatakan, melihat fenomena dan peristiwa sosial yang terjadi dimasyarakat saat ini, Rumah Gerakan 98 menyatakan sikap.

” Menguntuk keras atas peristiwa penyerangan terhadap tokoh agama di Jawa Barat dan penyerangan Gereja St Lidwina Sleman Yogyakarta, ” kata Sulaiman.

Lanjutnya, pihaknya mendukung Kapolri dan jajarannya untuk mengusut pelaku serta otak dari skenario penyerangan yang dilakukan

“Baik di Jawa Barat maupun di Yogyakarta. Mari kita jaga persatuan dan perbedaan dengan Merawat Kebangsaan Dalam Bingkai Pancasila,” ucap Sulaiman.