Anak Jaman Now, Sudah Berani Kayak Gini Di Depan Umum

500

BUANAINDONESIA.CO.ID, KABUPATEN BANDUNG – Sabtu, 25 November 2017 mungkin menjadi sabtu kelabu bagi keluarga Andika. Bocah SD ini tewas setelah dianiaya teman sebayanya.

Andika Maulana merupakan bocah 11 tahun kelahiran Bandung, 1 Mei 2006 itu merupakan warga Kampung Cibaribis RT 01 RW 03 desa Mekarjaya Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pelaku yang menyebabkan Andika tewas diduga adalah Angga Ramdani, juga bocah kelas 5 SD yang beralamat di kampung Batunumpuk RT 02 RW 02 desa Mekarjaya kecamatan Banjaran kabupaten Bandung

Kejadian naas itu berawal dari kejadian ketika team  sepak bola Angga dan tim Andika   akan main bola di lapang belakang sekolah SMK PGRI. Tiba tiba pelaku anak Angga menghampiri Andika dan berkata ” maneh wani gelut jeung urang ” ( kamu berani berantem sm saya)  ? . Merasa Ditantang pelaku, korban pun menyatakan tidak berani bahkan sempat meminta maaf kepada pelaku. Namun sikap korban tidak membuat pelaku berhenti sampai disana. Pernyataan korban tidak ditanggapi oleh pelaku, akhirnya pelaku pun memukul korban kearah ulu hati sebanyak 1 kali kemudian menendang ke arah kemaluan korban. Setelah itu pelaku pun memukul kearah ulu hati kembali hingga korban pun jatuh tersungkur. Melihat korbannya terjatuh, pelaku semakin beringas. korban ditekan dadanya menggunakan lutut kanan pelaku, tidak sampai situ, pelaku mengarahkan pukulan lagi kearah leher korban sebanyak 3 kali. Selanjutnya pelaku mengepalkan tangannya kearah hidung korban.

Sebenarnya kejadian tersebut sempat dilerai. Puas menganiaya korban,   pelaku pun langsung pergi dari tempat tersebut meninggalkan korban yang masih tergeletak dilapangan. Teman – temannya berusaha membantu korban, selanjutnya salah seorang saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada guru. Mengetahui kejadian tersebut, guru korban langsung membawanya ke Puskesmas Nambo, sayang nyawa korban tidak tertolong.

Hasil cek tempat kejadian diduga penganiayaan itu berlatar belakang masalah sepele. Pelaku  merasa tidak suka dengan perilaku korban mengendarai sepeda motor sambil meraung – raungkan sepeda motornya, hingga terdengar suara bisingnya. Hal itu dianggap mengganggu pelaku. Sampai akhirnya kejadian maut itu pun terjadi.