Arief Budiman : Coklit Tahap I, di Sumsel Sudah Capai 58%

35
Ketua KPU RI Arief Budiman, saat wawancara dengan awak media. Foto : Naf

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Ketua KPU RI Arief Budiman didampingi Komisioner dan staf KPU Sumsel serta KPU Kota Palembang. Mengadakan monitoring pencocokan dan penelitian (coklit) secara acak di kota Palembang, minggu 4 Februari 2018.

“Kita sudah melakukan coklit tahap I di Sumsel sudah 58 persen dari tanggal 20 Januari sampai 2  Februari 2018 artinya sudah 12 hari, kita masih ada 16 hari lagi,” kata Arief usai melakukan  monitoring coklit.

Dia melihat pendataan yang dilakukan di Sumsel terutama Palembang sudah baik  dimana semua PPD sudah melakukan dari rumah kerumah, tidak ada yang manifulatif, tidak ada yang berkerja di belakang meja.

“Semua on the spot datang ke lapangan-lapangan, catatannya memang data yang dikirimkan ke PPDP itu sebagian belum lengkap, bukan tidak ada datanya, misalnya dikolom NKK atau nomor kartu keluarga harusnya ada isianya  ternyata tidak dituliskan, itu kesalahan dari database yang dikirimkan ke kita, karena memang tidak ada nomor KKnya ,” katanya.

Kalau tidak ada nomor Kartu Keluarganya (KK) menurutnya  pemilih tidak didata, pemilih tetap didata cuma tidak berkelompok dalam satu keluarga.

“Jika semua NKKnya dituliskan maka akan berada dalam 1 TPS, karena pengelompokan TPS itu berdasarkan keluarga, tapi kalau nomor keluarganya enggak di tulis, sampeyan  (sampean – artinya kamu Bahasa jawa),  bisa ada disini,”ujarnya

Masih kata ketua KPU, sampeyan bisa berada di keluarga lain, dan itu tidak banyak dari 100 persen data di TPS  mungkin hanya 10 sampai 15 persen yang masih kosong  selebihnya sudah ada, ini yang kami minta PPDP memperbaiki.

“Semuanya harus bersinergi,  RT, RW, PPS, PPK dan Panwas juga ikut, saya minta Panwas terus berkerjasama  dengan KPU supaya kalau ada masalah bisa  langsung diselesaikan,  sehingga penyelesaian bisa cepat dalam waktu singkat dan biasanya lebih detail karena on the spot,“ katanya.

Dia juga mengingatkan KPU menjaga kemandirian, independensinya dengan cara ketika mengambil keputusan tidak dicampuri siapapun dan tidak boleh berdasarkan preperensi kandidat manapun  tapi berdasarkan regulasi.

“Sejauh ini saya melihat mereka bisa melakukan itu, enggak ada laporan,” katanya.

Anggota KPU Sumsel, Heni  Susantih mengatakan Ketua KPU RI Arief Budiman ke Palembang  dalam rangka monitoring coklit pemilih di kota Palembang, karena menginap di Hotel Horison Ultima Palembang depan Pasar Cinde maka secara acak melakukan monitoring coklit secara acak.

“Kita mengadakan coklit secara acak,  di sekitar Horizon, dekat menginap Pak Ketua KPU RI menginap ,” katanya.

Setelah itu menurut Heni, dirinya meminta KPU Palembang memilih pemilih yang memiliki keistimewaan dan dipilih warga di Jalan Karet dekat Percetakan Rambang , Palembang.

”Jadi tadi ada dua orang , disable, lumpuh total dan beliau masih menyalurkan hak pilihnya 2013 lalu walaupun terbaring dan satu lagi dari kaum marginal,”pungkasnya.