Ambulannya Hilang, YARA Pinta Bupati Copot Dirut RSUD

223

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), meminta Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Taib, untuk meminta Dirut Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia ( RSUDCM), untuk bertanggung jawab, terhadap raibnya satu unit ambulance milik rumah sakit pemerintah setempat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hasanuddin, Staf Khusus Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Senin 14 Oktober 2017. Dirinya menganggap Direktur Rumah Sakit Cut Mutia telah lalai dalam menjalankan tugas,

” Dari itu sudah sepantasnya Bupati menindak tegas. Bila kita melihat dari kronologis kejadian, rumah sakit tersebut tidak memiliki landasan aturan yang jelas, sehingga ambulace yang seharusnya stanby di rumah sakit dengan bebas bisa di bawa oleh sopir, dan kemudian di bawa kabur oleh pencuri, sehingga mengakibatkan kerugian Negara mencapai 120.000.000, Rupiah,”

yang menurut Hasanuddin tidak boleh ditolerir oleh Pemerintah, karena itu bentuk kelalaian dan kesalahan besar pihak pejabat rumah sakit. Lanjut Hasanuddin, apa lagi saat ini Gubenur Aceh sedang mencanangkan perbaikan mutu kesehatan di Aceh, dan terlihat dari sidak yang dilakukannya ke berbagai rumah sakit umum di daerah, serta meminta setiap pimpinan rumah sakit untuk bekerja secara profisional. Hal tersebut kerap dipublikasi oleh media, ” papar Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, Bupati Aceh Utara, H.Muhammad, dapat mengambil tindakan secepat mungkin, karena rumah sakit tersebut, saat ini sedang berkembang, serta masih dalam tahap pengujian sebagai Rumah Sakit dalam peningkatas status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),

” Bila kejadian tersebut dibiarkan maka, akan berimbas terhadap Verifikasi nanti, ” tutup hasanuddin.

Sebelumnya dikabarkan, Ambulan milik RSUD Cut Meutia hilang dibawa kabur pencuri pada Kejadian menghebohkan pada 1 November 2017′ lalu. Informasi yang dari salah satu sumber, hilangnya ambilance itu bukan dilokasi rumah sakit Cut Mutia, namun mobil tersebut dibawah oleh sopir kerumahnya disaat Ia telah lepas dinas.