Polemik Di Golkar Meruncing, Dedi Mulyadi Ajak DPP Duduk Bersama

221

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Polemik Partai Golkar kian memanas, setelah surat keputusan (SK) mengusung Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien di Pilgub Jabar tahun 2018, dan kader partai Golkar melalui Pimpinan Kecamatan menyatakan penolakannya terhadap keputusan yang telah diambil oleh partai berlambang pohon beringin ini.

Dengan demikian, Ketua DPD I Partai Golkar Dedi Mulyadi mengajak seluruh jajaran pengurus DPP Partai Golkar dan DPD I Partai Golkar Jawa Barat untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam kontetastasi politik menjelang Pilgub, Pileg, dan Pilpres.

“Yang pertama yang harus kita bicarakan semua hari ini baik jajaran DPP Partai Golkar maupun DPD I adalah mendiskusikan tentang langkah-langlah pengamanan dan penyelamatan partai sehingga partai golkar terlepas dari tekanan sikologis dan keterpurukan,” ujar Dedi Mulyadi saat konfrensi pers di Kantor DPD I Partai Golkar Jawa Barat di Jalan Maskumambang Kota Bandung, Selasa 14 November 2017.

Sehingga, dalam diskusi tersebut kata dia, kita tidak lagi berbicara individu baik yang menyerang maupun yanh membela, karena kalu golkar terjebak pada pembelaan dan penyerangan terhadap individu itu golkar menjadi bagian dari upaya konflik yang bisa tercipta.

“Kalau kita duduk bareng DPP dan DPD I berdiskusi secara terbuka yuk kita cari solusi bagaimana kita keluar dari tekanan sikologi yang dialami oleh partai golkar ini dan semua meletakan berbagai kepentingannya. tidak dibawa dalam forum diskusi itu tapi diletakan, yang punya kepentingan di DPP yang punya kepentingan di DPD I kita letakan dulu dan kita kedepankan spirit partai golkar sebagai garda utama yang harus kita selesaikan bersama-sama,” paparnya.