Budiarto : Strategi Odmil 1-05 Mengamankan Aset

1.018 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,SUSEL-Kepala Oditurat militer I-05 Palembang Kolonel Budiarto menyatakan penyitaan obyek berupa tanah dan bangunan di Jalan Raflesia Blok I Nomor 2 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar sudah “Incrah” dan statusnya milik negara.

Kol. Budiarto membatah bangunan tersebut dibisniskan karena ada plang yang bertuliskan bengkel hanya strategi untuk mengamankan bangunan tersebut saja. Ucapnya

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Oditurat militer I-05 Palembang Kolonel Budiarto SH. Msi dalam konfrensi pers yang digelar di Kantor Oditurat militer I-05 Palembang, Selasa 27 Februari 2018.
Budiarto mengatakan, berkaitan dengan proses hukum obyek tanah dan bangunan yang menjadi topik pemberitaan di media sesungguhnya perkara itu sudah incrah.

“Barang bukti berupa tanah dan bangunan masuk dalam amar putusan sudah incrah dan statusnya dirampas untuk negara. Saudara Risdan sudah dijatuhi hukuman. Kendati beliau mengajukan banding, kasasi dan Peninjaun Kembali (PK) Putusan itu sudah incrah

Dikatakan juga,  “Jadi kalau ada yang menyatakan salah objek sita, pada saat sidang majelis hakim sudah melakukan pengecekan, dan saudara Risdan mengakui kalau itu obyeknya,” ujarnya.

Menurutnya, tanah dan bangunan itu bukan milik Odmil melainkan milik negara. “Bangunan itu bukan milik Odmil atau Kepala Odmil,”ujarnya

Berkaitan dengan pemanfaatan tanah dan bangunan tersebut, tanah dan bangunan yang disita tadinya aman. Namun pada 17 Januari lalu terjadi pencurian besar besaran mulai dari atap seng, pintu, dan jendela.
“Barang-barang yang dicuri maling, ini sudah dilaporkan Polresta Palembang,” katanya.

Dia mengungkapkan, terkait ada tulisan bengkel odmil di lokasi itu adalah strategi kami untuk mengamankan tempat itu. Kalau ada yang mengatakan itu dibisniskan, itu salah jadi silahkan dicek.
“Tidak ada kegiatan apapun disana. Jadi Tulisan bengkel itu hanya pola kami melakukan pengamanan,  menurut hemat saya tidak ada yang salah. Saya orang hukum, tidak mau bertindak asal-asalan,”ucapnya.
Dikatakan, kalau ada pihak yang merasa tidak puas terkait penyitaan tanah dan bangunan tersebut, silahkan menempuh jalur hukum.

“Perlu saya sampaikan putusan PK Risdan pada bulan Desember dan itu ditolak. Sedangkan untuk menuju lelang, ada mekanisme dan itu butuh waktu untuk diproses, serta SOP yang ada” paparnya.

Menanggapi pernyataan Odmil I-05 Palembang, Pemilik Lahan dan Bangunan yakni Syahril Nasution mengatakan, pernyataan Odmil adalah salah satu bentuk pembenaran saja.

“Seharusnya disita oleh negara dan di BHT dulu baru dilakukan proses pelelangan oleh KPPN atau lembaga berwenang lainya. Jadi apa yang dilakukan Kepala Odmil tidak sesuai Undang-Undang dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Jadi Persoalan ini akan kita gugat sampai selesai di Pengadilan,” pungkasnya