Bupati Lumajang Tandatangani MoU Kepariwisataan dengan Bali

2.276 dibaca
“Kami membuka diri bagi investor untuk ikut mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Lumajang," jelas Bupati As’at saat membuka Sarasehan bersama para investor di Gedung Kesenian dr. Soedjoeno, Selasa, 20 Februari 2018.

BUANAINDONESIA.CO.ID, LUMAJANG- Bupati Lumajang As’at mentandatangani MoU (nota kesepahaman) kepariwisataan dengan Bali. Kehadiran investor dari luar Kabupaten Lumajang dirasa sangat dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami membuka diri bagi investor untuk ikut mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Lumajang,” jelas Bupati As’at saat membuka Sarasehan bersama para investor di Gedung Kesenian dr. Soedjoeno, Selasa, 20 Februari 2018.

Bupati As’at menambahkan, akan membuka peluang seluas-luasnya kepada para investor dari luar yang ingin mengembangkan usahanya di Kabupaten Lumajang. Kabupaten Lumajang sudah memiliki 82 destinasi wisata unggulan, beberapa diantaranya air terjun Tumpak Sewu, Wisata Ranu Kumbolo dan pendakian Gunung Semeru.

Di sektor pertanian, Kabupaten Lumajang juga memiliki potensi unggulan yang mencapai 36,59 %. Tanah pertanian di Kabupaten Lumajang sangat subur. Komoditi unggulan yang dihasilkan meliputi padi, pisang, kopi dan lain-lain.

Saat ini Kabupaten Lumajang sudah memiliki produk khas. Beberapa diantaranya pisang mas kirana, pisang agung, dan salak pondo Pronojiwo yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat Kabupaten Lumajang maupun luar daerah.

Bupati As’at menambahkan, potensi di bidang peternakan punya produk unggulan, yaitu kambing Etawa Senduro yang merupakan kambing asli dari daerah Senduro. Beberapa pekan lalu diselenggarakan Festival Panen Pedet, yang bertujuan untuk mendorong peternak lebih bergairah dalam usahanya.

Sektor lain yang tak kalah menarik adalah pertambangan. Kabupaten Lumajang memiliki kekayaan alam berupa tambang pasir dan batu yang berkualitas. Namun sejauh ini, sektor pertambangan pasir hanya menyumbang 3,9% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Diungkapkan Bupati As’at, pasir yang berasal dari Gunung Semeru sudah sangat dikenal di Provinsi Jawa Timur. Jembatan Suramadu dan pembangunan jalan TOL di Jawa Timur menggunakan pasir dari Kabupaten Lumajang.

Di akhir acara, Bupati menandatangani MoU dengan perwakilan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. MoU tersebut sebagai bentuk bekerjasama mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang.

Penulis: Yiyin Wahyudi
Editor: NA