DPP Perempuan Bangsa Kecam Aksi Pengeboman Tiga Gereja di Surabaya

2.646 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Siti Masrifah mengutuk keras aksi pengeboman terjadi di tiga gereja sekaligus dalam waktu bersamaan terjadi di kota Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.

“Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya Jatim yang tidak punya rasa kemanusiaan,” tegasnya dalam keterangan pers.

Menurut Siti, tindakan pengeboman tanpa rasa kemanusiaan dengan mengakibatkan banyak korban berdosa berjatuhan sangat memilukan. Apalagi, kejadian ini belum selesai usai kejadian teror di Mako Brimob mengakibatkan tewasnya aparat di lokasi oleh para napi teroris.

“Kami meyakini bahwa tindakan terorisme tidak pernah dapat dibenarkan dan ditolerir dengan alasan dan kondisi apapun,” tegasnya.

DPP Perempuan Bangsa, lanjut Siti, mendukung aparat keamanan untuk bekerja secara profesional memelihara rasa aman masyarakat, memburu para pelaku dan menyeret semua aktor-aktor terkait aksi Bom bunuh diri di Surabaya serta memberikan hukuman seberat-beratnya.

Disamping itu, Siti mengingatkan, kepada seluruh masyarakat termasuk seluruh keluarga Indonesia, bahwa terorisme semakin dekat dan mereka beroperasi di sekitar kehidupan masyarakat.

“Waspadai anggota keluarga kita dari paparan Radikalisme dan Intolerasi. Dan kita semua harus bersatu melawan segala bentuk sikap dan tindakan yang dapat menyuburkan terorisme. Lawan setiap tindakan Intoleransi. Jangan beri ruang pada kebencian karena perbedaan,” kata Siti menegaskan.

Tak lupa Siti menyampaikan rasa duka cita mendalam pada para korban tak berdosa¬† yang tewas dan terluka. “Semoga semua diberikan ketabahan, dan korban luka-luka mendapatkan bantuan penyembuhan hingga pendampingan pasca trauma,” tandas wanita akrab disapa Chifa.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ada dua orang yang tewas dalam peristiwa pagi hari ini. Selain pelaku bom bunuh diri meninggal dunia di TKP, satu orang meninggal dunia di rumah sakit.

Sumber: Tigapilarnews.com