Eggi Sudjana Dilaporkan Ke Polisi.

79

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Pengacara sekaligus Presiden Perkumpulan Pengusaha Muslim Indonesia ( PPMI ), Eggi Sudjana, dilaporkan ke polisi oleh ketua DPN Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar. Eggi dilaporkan  ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan tindak pidana menyebarkan ujaran kebencian dan SARA.

Laporan ini diterima oleh Mabes Polri dengan nomor LP/1016/X/2017/Bareskrim tertanggal 5 Oktober 2017.

Sures mengatakan, laporan ini terkait dengan pernyataan kontroversial Eggi terkait Pancasila dan agama yang ada di Indonesia. Eggi mengatakan bahwa agama selain Islam bertentangan dengan Pancasila.

“Kita laporkan karena itu membuat kita tidak nyaman, merugikan kami sebagai anak bangsa dan menurut kami juga sudah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan isu SARA, jadi masalah SARA-nya (yang dilaporkan),” jelas Sures, Jakarta, Kamis, 5 oktober 2017.

Eggi dilaporkan dengan tuduhan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saat melaporkan kasus ini, Sures membawa sejumlah bukti, antara lain copy video dari Youtube yang menayangkan Eggi saat wawancara dan juga berita media online. Rekaman video pernyataan kontroversial Eggi ini telah tersebar di berbagai platform media sosial seperti Twitter dan Youtube. 

Berikut pernyataan Eggi yang dikutip dari rekaman video tersebut:

“Pengetahuan saya, mungkin terbatas, tapi bisa diuji secara intelektual, tidak ada ajaran selain Islam, ingat ya, garis bawahi, selain Islam, yang sesuai dengan Pancasila. Selain Islam bertentangan.”

Eggi menilai, sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” hanya kompatibel dengan konsep ketuhanan di Islam yang monoteistik.


“Karena Kristen Trinitas, Hindu Trimurti, Buddha setahu saya tidak punya konsep Tuhan, kecuali apa yang diajarkan Siddhartha Gautama,” tambahnya. 

Pernyataan ini diutarakan pada Senin, tanggal 18 September lalu, seusai sidang mengenai Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi (MK).