Erik Estrada Dampingi Hefriady, Cari Keadilan, Gugat SK Gubernur Soal Komisioner KPID Sumsel

2.091 dibaca
Erik Estrada dampingi Hefriady, Cari Keadilan. Rabu 4 April 2018

BUANAINDONESIA.CO.ID,SUMSEL- Kisruh soal Surat Keputusan (SK) dan pelantikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) berujung pada jalur Hukum. Gubernur Alex Noerdin mengeluarkan SK dan melantik Komisioner KPID 2018-2021. Namun Diduga, pemberian SK itu tidak sesuai dengan nama-nama yang ditetapkan oleh DPRD Sumsel berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan  27 Desember 2017 lalu.

Ada dua nama yg hilang yaitu nomor 1 Muhammad Fathoni dan 4 Hefriady. Pemeringkatan 1-7 ditetapkan sebagai Anggota Komisioner dan rangking 8-14 sebagai anggota cadangan. Dalam kenyataan nya rangking 11 – 12 justru malah yg dilantik. Maka dari itu Hefriady akan menempuh jalur hukum.

“Saya peringkat 4,  Toni peringkat 1 juga tidak dilantik jadi sekarang ini akan melakukan upaya  hukum,”kata Hefriady, Dosen STISIPOL Candradimuka Palembang, Rabu 4 April 2018.

Dikatakan, untuk saat ini sudah memberikan kuasa kepada, Kantor Hukum Erik Estrada and Partner untuk mendampingi proses hukum.

“Ya benar, client Hefriady memberikan surat kuasa kepada kami, untuk mendampingi proses hukum terkait dugaan pelanggaran hukum,”Kata Erik Estrada, S.H.,

Dikatakan, Ada dugaan client kami merasa dirugikan, terkait pelantikan komisioner KPID Sumsel, periode 2018-2021

“Saya menduga, ada tindakan perbuatan melawan hukum, untuk itu, saya akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan,”pungkasnya.