Gempa Dashyat Akan Terjadi Di Khatulistiwa Pada Tahun 2018 ?

92

BUANAINDONESIA.CO.ID – Pengamat dan ilmuan perkirakan peningkatan jumlah gempa dahsyat terjadi di tahun 2018 disebabkan perlambatan periodik rotasi bumi, para ilmuan percaya variasi kecepatan rotasi bumi bisa memicu aktivitas seismik yang intens, terutama di daerah tropis yang padat penduduknya

Hubungan antara rotasi bumi dan aktivitas seismik disorot bulan lalu di sebuah makalah oleh Roger Bilham dari Universitas Colorado di Boulder dan Rebecca Bendick dari University of Montana di Missoula yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Masyarakat Geologi Amerika Serikat

” Korelasi antara rotasi bumi dan aktivitas gempa sangat kuat dan menunjukkan akan terjadi peningkatan jumlah gempa bumi yang hebat tahun depan,” kata Bilham kepada Observer pekan lalu

Gempa bumi besar telah tercatat dengan baik selama lebih dari satu abad dan itu memberi catatan yang baik untuk dipelajari, mereka menemukan lima periode gempa berskala besar secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan waktu lain pada periode ini, ada antara 25 sampai 30 gempa bumi dalam setahun, sisa waktu itu rata-rata sekitar 15 gempa besar setahun

Bilham dan Bendick menemukan bahwa telah terjadi periode sekitar lima tahun ketika rotasi bumi melambat sedemikian banyaknya beberapa kali selama satu setengah abad terakhir. Krusialnya, periode ini diikuti oleh masa ketika jumlah gempa bumi juga meningkat

” Tahun depan kita dapat melihat peningkatan yang signifikan jumlah gempa bumi yang parah. Kita sudah menjumpainya dengan mudah tahun ini. Sejauh ini kita hanya memiliki sekitar enam gempa bumi besar. Kita bisa saja menghadapi 20 gempa setahun mulai 2018,” ujar Bilham

Selain itu, sulit untuk memprediksi di mana gempa ini akan terjadi walaupun Bilham mengatakan bahwa mereka menemukan bahwa sebagian besar gempa bumi yang hebat terjadi di dekat garis khatulistiwa sementara itu jumlah orang yang tinggal di wilayah tropis ada sekitar satu miliar orang.

( Sumber : The Guardian )