Hate Speech Ke Presiden, Pria Asal Bandung Ditangkap Polisi

1.055 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – Satgas Patroli Siber Bareskrim Mabes Polri kembali menangkap pelaku ujaran kebencian dan SARA (Hate Speech). Pria yang bernama Hazbullah, 38 tahun, dengan alamat jalan suka aman cicadas kota bandung tersebut ditangkap dikediamannya selasa, 21 November 2017 malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Hazbullah ditengarai menyebarkan berbagai konten yang diunggahnya sehingga meresahkan netizen.

Dikatakan BRIGJEN.POL. DR. Fadil Imran, Msi – Direktur Tindak Pidana Siver Bareskrim Polri melalui siaran persnya.

Pelaku menggunakan akun Facebook atas nama FAJRUL ANAM dengan profile picture wajah Ibu Iriana Jokowi untuk menyebarkan ujaran kebencian, SARA, Penghinaan terhadap Presiden, Ibu Iriana Jokowi, tokoh-tokoh masyarakat dan hoax yang memprovokasi.

Dari tangan pelaku satgas siber berhasil menyita barang bukti antara lain 1 (satu) unit HP Samsung Galaxy GTS, 2 (dua) Simcard Axis dan Telkomsel, pasport serta KTP atas nama Hazbullah

Dalam device yang disita petugas, tersimpan sejumlah ujaran kebencian dalam berbagai bentuk. Tersangka mengakui dengan sengaja membuat 4 akun FB, yang semuanya menggunakan wajah ibu iriana Jokowi untuk menyamarkan identitasnya dan mendistribusikan berbagai konten terlarang ke beberapa grup yang dimilikinya. Penyidik masih terus mendalami Motif tersangka melakukan kejahatan tersebut.

Tersangka terancam dengan hukuman 6 tahun penjara karena konten-konten postingan yang menurut ahli, postingan tersebut merupakan larangan dalam UU ITE, Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 (b)1 UU No 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait keterlibatan tersangka dalam jaringan hate speech lainnya termasuk pengembangan terhadap pelaku lainnya.

Dengan pengungkapan ini, masyarakat dihimbau untuk lebih cerdas, bijak dan bermartabat dalam menggunakan media sosial, agar keutuhan bangsa dapat terus terjaga.