Ishak Mekki, Selain Guru PNS, Honorer Juga Bakal Terima Insentif.

1.610 dibaca
Kampanye dialogis, Ishak Mekki di Banyuasin, senin 26 Maret 2018

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Ishak Mekki bersama Yudha Pratomo Mahyuddin terus fokus pada program kesejahteraan masyarakat yang akan diwujudkan apabila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di Sumsel periode 2018-2023. Selain memberikan program pendidikan gratis dan berkualitas pihaknya juga akan meningkatkan kesejahteraan para guru PNS maupun Honorer.

Seperti yang disampaikan Calon Gubernur Sumsel, Ishak Mekki nomor urut 3 pada kesempatan acara kampanye dialogis di Kabupaten Banyuasin.

“Kita akan berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya bagi guru-guru didaerah terpencil,” ujar Ishak Mekki.

Diketahui bersama pihak pemerintah pusat sudah memberikan tunjangan untuk guru-guru PNS yang bertugas di daerah terpencil. Namun akan berbeda di Sumsel kedepannya tidak hanya PNS, kedepan program Ishak Yudha juga akan memberikan insentif kepada guru-guru honorer yang bertugas di daerah terpencil.

“Kalau tunjangan kita ada, kalau daerah terpencil  itu masuk daerah 3T (terluar, tertinggal, terpencil) itu mereka ada perlakuan khusus dari pusat, itu untuk PNS,  untuk honorer kita juga siapkan apabila kami terpilih” terang Ishak Mekki, Senin 26 Maret 2018

Masih keterangan Ishak Mekki, untuk mendapatkan insentif dari pemerintah Provinsi Sumsel ini para guru PNS maupun honorer yang mengajar di daerah terpencil tentunya harus memenuhi administrasi yang di butuhkan.

Namun jika guru-guru tersebut belum dapat melengkapi administrasi untuk mengusulkan insentif atau tunjagan dari Provinsi maka Pemda dapat memberikan insentif bagi guru terpencil, namun tidak boleh dobel. Bila sudah mendapatkan tunjangan Pusat maka guru tersebut tidak berhak mendapatkan tunjangan dari pemerintah daerah.

“Yang jelas mereka juga harus lengkap administrasi, ada nomor registrasi gurunya sehingga nanti kita ajukan ke Kemendikbud dan KPDT (Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal) akan memberikan insentif. Seandainya di guru itu tidak lengkap kita akan usahakan tunjangan daerah terpencil melalui Diknas (Dinas Pendidikan), namun nominalnya akan disesuaikan dengan keuangan daerah,”.katanya

Pihaknya juga berharap dengan program sempurna pendidikan gratis dapat meningkatkan kesejahteraan Guru dan para wali murid, sehingga sekolah sebagai tempat pendidikan fokus dalam mendidik generasi bangsa.

“Suatu daerah maju jika pendidikan juga maju, begitupun sebaliknya pendidikan mundur, masyarakatnya juga dapat dipastikan buruk walaupun banyak pembangunan,”