Alih – Alih Sebut RK, Demiz dan DM, Poros Baru Sebut Ada Kuda Hitam

46

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Poros Baru Jabar yang terdiri atas Partai Gerindra, Partai Demokrat, PPP dan PAN mengumumkan pencapaian baru mereka, Rabu, 12 Oktober 2017. Alih – alih menyebut nama – nama populer seperti Deddy Mizwar, Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi, mereka juga menyebut adanya kuda hitam yang sedang dipersiapkan untuk tarung dalam kontestasi pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi mengatakan, poros baru memunculkan sejumlah nama yang kemudian akan disurvey oleh lembaga survey yang dinilai memiliki kredibilitas.

” Kami yang tergabung dalam poros baru ingin proses demokrasi yang ada di Jawa Barat betul – betul bisa berjalan kondusif dan kami juga ingin hasil dari proses pilkada ini adalah hasil yang memiliki kualitas yang bisa dipertanggung jawabkan pada masyarakat. Kami poros baru menegaskan komitmen untuk bersama – sama dalam pilkada di 16 kabupaten kota ataupun Pilgub ( Jawa Barat ). Lalu kami membuat formulasi untuk meningkatkan marwah partai di daerah, karena partai didaerah lah yang tau kondisi riil di masyarakat. Kami juga akan membuat tim teknis yang akan membuat formulasi koalisi yang mengerucut dan parameter parameter kandidat yang akan kita rekomendasikan. Kami juga akan membuat program kajian poros baru mendengar. Ini adalah program dimana kami mengundang stakeholder di Jawa Barat, dari berbagai macam unsur di Jawa Barat, untuk kita hadirkan di satu tempat, diberikan kesempatan memberikan masukan – masukan agar Jawa Barat kedepan lebih baik. Kami juga sepakat menunjuk lembaga survey yang memiliki kredibilitas untuk melakukan survey kandidat – kandidat yang diusulkan masing – masing partai, ” kata Mulyadi

Masih kata Mulyadi, poros baru juga telah sepakat mengusulkan nama – nama yang nanti akan di survey dan kemudian direkomendasikan kepada DPP masing – masing partai. Nama – nama itu adalah Mulyadi sendiri sebagai ketua DPD Gerindra Jawa Barat dan hasil Rapimda Partai Gerindra Jabar, Burhanudin Abdullah yang merupakan kader Partai Gerindra, PAN mengusulkan Anggota DPR RI Desy Ratnasari. Demokrat  nama Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Iwan Sulandjana, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf dan Herman Khoeron yang juga anggota DPR RI. Dari PPP diusulkan nama Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Maoshul.

” Nama – nama itu yang diusulkan masing – masing partai. Tapi tidak menutup kemungkinan nama – nama yang sekarang beredar muncul juga, ” tambah Mulyadi.

Mulyadi juga sempat menyebut adanya kuda hitam dari beberapa nama yang diusulkan oleh Poros Baru .  Pernyataan Mulyadi ini terlontar saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kapan tanggal deklarasi poros baru

”  Sebetulnya secara alami kami sudah dideklarasikan ya. Bahkan konon dari nama kandidat kami ada kuda hitam ya, ” ucap Mulyadi

Sementara itu, ditanyai pendapatnya soal pernyataan politik ini, Sekretaris Lembaga kajian Aliansi Masyarakat untuk HAM, Demokrasi dan Keadilan Hukum , Cepi Alhumaedi mengatakan, ini adalah langkah maju  yang dilakukan oleh partai politik di Jawa Barat

” Kan memang itu yang diharapkan. Berarti partai mendengar aspirasi arus bawah. Jangan hanya elit di Jakarta. Seruan itu kan pernah juga pernah kami rilis beberapa bulan ke belakang ya. Munculkan saja nama – nama yang dinilai mewakili aspirasi di arus bawah, sebanyak – banyaknya, toh nanti kan tiap partai ada tahapan – tahapan . Kami yakin, poros baru juga tau kok apa yang dijadikan parameter untuk para kandidat itu. Titip saja aspirasi kami bahwa kandidat yang diusung adalah kandidat yang clear and clean, minim resistensi, baik resistensi terhadap kelompok kalangan politik maupun masyarakat, lalu juga memiliki jaringan luas dan akses baik terutama pada jaringan ekonomi. Ingat, Jawa Barat itu multikultur, berpotensi besar,  namun sayang, warga yang hidup dibawah garis kemiskinan masih sangat banyak dan jumlah pengangguran masih tinggi, berarti manajer yang baik dibutuhkan. Satu lagi, hindari kandidat yang terlalu asyik dengan popularitasnya. Itu penting, Jabar kini bukan lagi butuh pemimpin yang populer dan asyik ber make up. Kami butuh pemimpin yang bisa lari cepat. Syukur kalau pemimpin Jabar nanti sudah mapan, jadi tidak lagi berfikir mengumpulkan kekayaan untuk dirinya sendiri yang akhirnya korup. Saya kira sederhana saja ya keinginan masyarakat itu, ” Kata Cepi.