BPTD Wilayah VIII Banten Sidak Tarip Angkutan

1.721 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, Pandeglang – Dalam rangka memantau arus mudik lebaran 2018, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten dan Dinas Perhubungan Pandeglang menggelar sidak tarif angkutan orang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kadubanen Pandeglang Minggu 10 Juni 2018.

Kepala Dishub Pandeglang Dadan Tafif Danial, hasil dari sidak diantaranya terdapat penumpang yang dimintai tarif hingga 3 kali lipat. Selain itu, ada juga penumpang yang dimintai tarif lebih dari batas atas tetapi tidak sampai 2 kali lipat.

“Ada aturan, sesuai hasil rapat. Jangan semena-mena menaikkan tarif. Boleh ada kenaikan, tapi jangan kenaikan sepihak. Yang mestinya paling tinggi tarif 30 ribu tapi diminta 90 ribu, angkutan jurusan Labuan-Kalideres,” katanya.

Kepala Budang Angkutan Dinas Perhubungan Pandeglang Entong Haromaen mengatakan, pihaknya melakukan sidak kepada sejumlah Perusahaan Otobus (PO) di Pandeglang, dan hasilnya masih ada yang menaikkan tarif secara sepihak. Untuk itu, pihaknya meminta agar uang penumpang dikembalikan dan disesuaikan dengan harga yang telah ditentukan.

“Tadi ada penumpang yang diminta tarif 80 ribu, padahal tarif ketentuan berdasarkan tarif batas atas 30 ribu. Kalau naik 10 ribu sampai 20 ribu kita masih toleransi. Ada juga mahasiswa yang mau ke Panimbang dikenakan 50 ribu, padahal sesuai ketentuan, mahasiswa cuma bayar 50 persen dari tarif yang ditentukan,” katanya lagi.