Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris di Bogor

8.307 dibaca
Sebuah rumah kontrakan yang digerebek Tim Densus 88 Anti-Teror di Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat malam 4 Mei 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana).

BUANAINDONESIA.CO.ID BOGOR – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri menggerebek tiga titik rumah di wilayah Kecamatan Ciawi dan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat malam 4 Mei 2018. Pasukan Densus menangkap sejumlah terduga teroris dari tiga rumah tersebut.

Lokasi penggerebekan dan penangkapan terduga teroris yakni di tempat kejadian perkara (TKP) 1 Jalan Raya Kampung Gadog RT 01/02 Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, tepatnya di depan Ruko milik Ibu Dini. Pihak Densus 88 mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga jaringan teroris diantaranya (AF), (MY), dan (AR) alias Andi. Aparat juga menyita sejumlah dokumen.

Tak berhenti disitu, Densus 88 kemudian melakukan pengembangan ke TKP ke-2 sebuah kontrakan milik Kukus di Kampung Neglasari RT 01/04 Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kemudian TKP ke-3 digerebek sebuah kontrakan seorang wanita yakni (SPR) di Kampung Jero Rante RT 05/04 Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Kontrakan tersebut merupakan milik warga bernama Enoh. Adapun wanita (SPR) beralamat sesuai KTP RT 02/06 Kayenlor Kecamatan Pelemahan, Kabupaten Kediri.

Ratusan aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Polres Bogor juga terlihat berjaga-jaga sekitar gang menuju rumah kontrakan tersebut. Operasi penggerebekan tersebut juga menyita perhatian warga di sekitarnya.

Sekitar dua jam, mulai pukul 21.30-23.30 WIB, tim Densus membawa seorang perempuan bercadar berikut beberapa barang bukti, namun belum diketahui apa saja barang bukti yang dibawa tersebut.

“Satu orang perempuan dibawa sama barang-barang. Perempuan itu memang mengontrak di situ,” kata Ahyar, Ketua RT 05/04 Desa Bendungan.

Namun dirinya tidak mengetahui mengapa polisi membawa perempuan tersebut. Beredar kabar wanita muda ini diduga terlibat jaringan teroris.

“Belum jelas dia pelaku teror atau terlibat jaringan teroris,” kata dia.

Ahyar menuturkan, perempuan tersebut sudah tiga bulan mengontrak di rumah tersebut. Setiap hari, wanita misterius ini berjualan cireng di depan sekolah tak jauh dari tempat dia mengontrak.

“Nama dan asalnya dari mana, kita enggak tahu. Diminta identitas saja susah,” ungkap Ahyar.

Terpisah, Camat Megamendung Hadijana mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Namun kata dia lokasinya masuk ke Ciawi. “Kalau memang benar terduga teroris, kami akan meningkatkan kesiagaan di desa dengan ronda dan bersinergi antar pemerintah kecamatan,” ujar Hadijana.

Hingga saat ini, belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait penggerebekan terduga teroris tersebut.