Guru Ngaji Bejat Cabuli Anak Didiknya Selama 6 Bulan

286

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Marah bukan kepalang Dedeh (38) Warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut Jawa Barat, mengetahui anak angkatnya sebut saja Bunga (16) diduga menjadi korban asusila. Dedeh mengetahui dugaan tersebut berdasarkan isi pesan singkat (SMS) yang berisi ancaman FA (guru mengaji G), agar tidak menceritakan perbuatan asusila yang dilakukan sejak bulan Mei 2017. 

Dedeh mengaku, awal kecurigaan terjadi sesuatu kepada Bunga saat menjenguk ke Bunga ditempat mengaji di wilayah Kecamatan Karangpawitan Garut. Saat ditemui Bunga terlihat ketakutan dan banyak melamun. 

” Nah, pas saya jenguk Bunga, dia ketakutan, lalu saya periksa telepon genggam Bunga, ternyata banyak sms FA kepada Bunga yang berisi ancaman, ” ujarnya, Senin 9 Oktober 2017. 



Setelah didesak, Bunga akhirnya buka mulut dan mengaku telah menjadi korban perbuatan asusila oleh FA. Kasusnya kini ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Garut. 

” Dua minggu sudah saya laporkan ke polisi, sampai sekarang belum ada perkembangan, ” ungkap Dedeh. 

Sementara itu Bunga, mensceritakan peristiwa yang dialaminya ketika dia diminta FA untuk menemani dikamarnya karena sedang sakit. Bunga yang merasa ragu mencoba masuk kamar FA, namun baru juga masuk sudah ditarik dan dibekap FA kemudian diperlakukan tidak wajar. 

” Pakaian saya dibuka paksa dan harus melayani FA, ” katanya. 

Perbuatan asusila FA kepada Bunga sejak Mei hingga Angustus 2017, terus berulang. FA kerap mengancam jika Bunga menceritakan peristiwa perbuatan asusila tersebut kepada orang tua. 

” Sering saya dipaksa digituin (berhubungan badan), saya tidak bisa melawan dan takut karena FA sering mengancam saya baik langsung atau melalui pesan singkat, ” ucap Bunga. 

Kasat Reskrim Polres Garut, Ajun Komisaris Polisi Chaerullah, membenarkan pihaknya sedang menangani kasus perbuatan asusila yang diduga dilakukan FA. Namun hingga saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. 

” Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan kasus itu, mohon bersabar, ” katanya singkat.