Harga Beras Melejit, Warga Menjerit

907 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Label Kabupaten Pandeglang sebagai salah satu lumbung pangan nasional terusik. Soalnya harga komoditi beras disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang melonjak dratis. Rata-rata harga beras mengalami kenaikan diangka Rp 1.000 hingga Rp 2.500. Bahkan kenaikan itu sudah terjadi sejak 1 bulan terakhir.

Tak ayal, kenaikan itu pun membuat sebagian pedagang menjerit. Salah satunya dialami oleh seorang pedagang beras di Pasar Panimbang Pandeglang, Badni, Ia menuturkan, akibat kenaikan harga beras, omzet penjualannya berkurang signifikan.

“Biasanya, sehari bisa menjual beras hingga 1 ton. Tetapi sejak adanya kenaikan, penjualannya hanya berkisar 10 karung per hari,” keluhnya, Selasa, 9 Januari 2017.

Badin menyebutkan, saat ini ia menjual beras termurah diharga Rp7.500 per kg dengan kualitas biasa. Sedangkan kualitas medium, dijualnya dengan harga Rp9.500. Naik Rp1.500 dari harga sebelumnya. Sementara untuk jenis premium, mengalami kenaikan paling besar, yakni Rp 3.000 menjadi Rp 12.000 per kg.

“Sekarang harga beras sekarung yang paling bagus Rp330.000, isinya 25 kg,” sebutnya.

Menurut Badni, kenaikan itu disebabkan pasokan yang berkurang lantaran banyak petani yang belum melakukan panen.

“Informasinya stok berkurang karena gagal panen. Kami biasa mendapat beras lokal, dari Serang,” sebut Badni

Senada dikatakan pedagang lainnya, Vita. Dirinya menyebut, sejak sebulan lalu harga beras selalu mengalami kenaikan setiap harinya. Puncaknya pada pekan ini yang mencapai Rp12.500 per kg untuk jenis premium. Adapun jenis IR 64 KW I yang merupakan jenis terendah, juga mengalami kenaikan menjadi Rp8.000 dari harga sebelumnya Rp7.000 per kg.

“Harga paling murah Rp8.000 per kg, awalnya Rp7.000 per kg. Harga paling bagus Rp12.500 tadinya Rp9.000,” bebernya.

Namun Vita mengaku beruntung, meski harga beras melonjak, tidak memengaruhi penjualannya. Karena ia mengaku, pelanggannya masih tetap membeli kendati harga meningkat.

“Meski mengalami kenaikan, tetapi bersyukur penjualan tidak menurun. Tetapi saya berharap harga beras segera turun lagi biar daya beli masyarakat kembali meningkat,” ujar wanita berhijab tersebut.

Sementara itu, Deni Warga Gombong Kecamatan Panimbang, meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga beras. Karena menurutnya, harga bahan pokok tersebut melampaui kemampuan rakyat dengan ekonomi sulit.

“Harganya sekarang mahal, tinggal nangisnya aja. Pemerintah coba turunkan harga, kasian sama rakyat kecil,” tuturnya.

Ani menyatakan, sejak harga beras alami kenaikan, dirinya membatasi jumlah pembelian. Biasanya dalam sehari ia dapat membeli 7-8 kg. Namun sejak harga beras merangkak naik, ia hanya bisa membeli sekitar 5 kg per hari.

“Boro-boro beli emas, buat beras saja susah. Dapat untung sedikit buat beli beras lagi,” ungkap wanita penjual nasi uduk itu.