Lagi, WNA Asal Tiongkok Ilegal Diamankan Imigrasi

60
BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Setelah beberapa bulan lalu puluhan WNA asal Tiongkok ditangkap lantaran menjadi petani cabai secara ilegal di Bogor, kini sejumlah WNA Tiongkok kembali diamankan karena membuka peternak ayam.
Kali ini, Kantor Imigrasi Kelas I Bogor sedikitnya menggiring empat WNA Tiongkok ke Kantor Imigrasi karena tiga di antaranya tidak memiliki dokumen resmi. Keempat orang WNA itu bernama Lin Kong Wang (36), Lin Jin Chun (36), Lin Yu Tan (36), dan Lin Shu Long (42). Mereka diamankan dari Kampung Lio Jambu RT 2/1, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Bogor, Rahmat Suprianto, mengatakan, para WNA tersebut diamankan awalnya berkat informasi dari masyarakat yang disampaikan ke aparat Polsek Leuwiliang dan ditindaklanjuti oleh pihak Imigrasi.
“Kempat WNA ini berniat membuka usaha peternakan ayam petelor. Lokasi yang dipilih sendiri di perkampungan yang jarang penduduk. Setelah kami periksa, tiga WNA tak punya dokumen resmi. Selanjutnya kami akan memanggil pengurus peternakan. Jika terbukti menyalahi aturan kami beri sanksi deportasi atau pidana,” tegasnya.
Kapolsek masih Kapolsek Leuwiliang, Kompol I Nyoman Supartha, membenarkan pengamanan WNA asal Tiongkok itu berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada keberadaan orang asing. Setelah mendapat informasi, kepolisian langsung berkordinasi dengan Imigrasian Bogor.
“Kami mendatangi ke sana, ternyata memang bener ada empat orang di sana. Setelah melakukan pemeriksaan, ada tiga yang tidak memiliki dokumentasi, satu ada,” ujarnya.
Kepala Desa Sibanteng, Supriatna, mengaku, pihak desa tidak mendapat informasi adanya pendatang asing ke desanya. “Kami meminta yang ingin usaha harus jelas dulu berkas-berkas mereka,” tukas Supriatna.
Sekadar mengingatkan, Bogor kerap menjadi sasaran WNA untuk mengadu nasib. Pada kasus sebelumnya, empat petani Tiongkok, di Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur ditangkap untuk mengelola pertanian dengan membawa bibit cabai. Setelahnya, satu kampung Tiongkok diobrak-abrik Kantor Imigrasi dan menangkap 18 dari 48 WNA asal Tiongkok di sebuah pertambangan wilayah Kecamatan Cigudeg.