Pengadilan Negeri Bogor Terapkan Persidangan Digital E-Court

13.598 dibaca
Pengadilan Negeri Bogor mengenalkan program digital e-court kepada masyarakat. Melalui inovasi berbasis digital ini PN Bogor berupaya memberikan transparansi persidangan kepada khalayak.(BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR- Pengadilan Negeri (PN) Bogor mulai menerapkan sistem persidangan digital atau dikenal dengan sebutan e-court. Penerapan e-court ini sebagai inovasi dalam mewujudkan transparansi kepada masyarakat. Ketua Tim e-court PN Bogor, Roro Dewi Lestari Nuroso, mengatakan, PN Bogor melakukan sebuah inovasi baru dalam bentuk persidangan digital sudah diuji pada beberapa persidangan. “PN Bogor telah mempraktikkan persidangan digital sejak Oktober 2017. Dalam penerapannya tidak ada kendala yang berarti, hanya saja alat pendukung seperti peralatan telekonferensi masih dirasa terbatas,” ungkapnya, Jumat 13 April 2018. Dewi menyatakan, tidak menutup kemungkinan inovasi yang dihadirkan PN Bogor ini merupakan yang pertama di Indonesia. Sebab, hingga saat ini belum ada PN di Indonesia yang menerapkan inovasi tersebut. “Mudah-mudahan kami PN pertama yang sudah menjalankan persidangan digital ini. Terlepas sebagai pilot project atau tidak, Mahkamah Agung (MA) yang menilai dan pada akhirnya pencari keadilan dapat melihat persidangan secara transparan,” tambah Dewi. Dewi menjelaskan, persidangan digital ini secara garis besar konsepnya sama saja dengan persidangan nondigital, tetapi e-court dapat dilakukan dengan jarak jauh melalui media telekonferensi yang telah tersedia di ruangan sidang utama PN Bogor. “Selain itu, dokumen-dokumen persidangan seperti surat dakwaan, surat pembelaan, hingga surat keputusan hakim dihadirkan dalam bentuk dokumen digital. Tidak lagi dalam bentuk tertulis,” jelasnya. Kata Dewi, dokumen digital akan ditampilkan saat persidangan melalui layar yang tersedia, sehingga semua yang menyaksikan persidangan dapat melihat isi dokumen tersebut. Kemudian, dalam proses persidangan juga dilakukan perekaman dalam bentuk video. “Tujuannya adalah kami membuat inovasi untuk memberikan proses persidangan menuju era digitalisasi dengan transparansi dan tanggung jawab bagi masyarakat pencari keadilan,” tuturnya. Lebih lanjut, kata Dewi, dengan adanya persidangan digital ini, beberapa teknis persidangan manual akan terpangkas dengan tetap memperhatikan payung hukum acara persidangan yang telah ada sebelumnya. “Dalam tahapan hukum acara persidangan itu sendiri masih dalam kajian kami, tapi tidak terlepas dari hukum acara yang sudah berlaku dalam persidangan baik pidana maupun perdata,” tukasnya.