Ponpes Dzikir Al-Fath Dibekali Pengetahuan Tentang Rambu-Rambu Hukum Kejurnalistikan untuk Memulai Dakwah Melalui Tulisan

11.008 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, JABAR- Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi menyambut baik Yayasan Wiratanukusumah dalam menyelenggarakan pelatihan tentang Jurnalistik, Media Social dan Politik bagi para santri, ustadz, ustadzah dan warga lingkungan Pesantren bekerjasama dengan Buana Indonesia Network. Ponpes yang beralamat di Jl.Merbabu Perum Gading Kencana Asri Blok G Kota Sukabumi tersebut juga antusias terhadap pelatihan ini.

“pelatihan tentang kejurnalistikan dan kode etik serta pengetahuan UU ITE itu sangat diperlukan ditengah arus globalisasi supaya tidak terjebak dengan berita-berita Hoax yang tersebar luas di media sosial. Kami sangat khawatir, jika seandainya ada santri yang menjadi korban Hoax dan harus terpidana dengan UU ITE. Maka dengan adanya pelatihan tentang kejurnalistikan ini, santri dan masyarakat pada umumnya diharapkan bisa terhindar dari berita-berita Hoax yang ada”, kata KH. Muhammad Fajar Laksana Pimpinan Ponpes Al-Fath, Ahad 8 April 2018.

KH. Muhammad Fajar Laksana menjelaskan, berawal dari salah satu anggota Grup WhattsApp Pesantren yang meng-upload tiga photo Pasangan Calon Gubernur dengan Sukmawati dan satu Pasangan Calon dengan Para ulama yang akan memunculkan keresahan dan ketidak nyamanan Pasangan Calon. Maka timbulah kekhawatiran selaku Pimpinan Pesantren bagi para santri dan masyarakat di musim pilkada ini dengan tersebarnya berita-berita Hoax tersebut.

“Saya benar-benar sangat khawatir dengan arus sosial media saat ini, dimana setiap orang mendadak menjadi Jurnalis dan dengan mudahnya memberikan stigma buruk terhadap para Pemimpin. Terlepas dari itu, saya sangat khawatir dengan santri-santri di Pesantren yang tidak mengetahui apa-apa tentang politik tetapi harus dipidana dengan kasus berita Hoax ini karena terjerat UU ITE” ujarnya dengan penuh kekhawatiran.

Pelatihan  bertema “Jurnalistik, Sosial Media dan Politik” ini menghadirkan narasumber Konsultan Media dan jajarannya, Muhammad Irfan dari Buana Indonesia Network yang merupakan Wakil Pemimpin Redaksi PT. Buana Indonesia Media.

Materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut diantaranya tentang, Dakwah Melalui Tulisan, Proses Kreatif Menulis, Mengenal Kode Etik Kejurnalistikan, Mengenal Citizen Journalism/Jurnalisme Warga, Tahapan menjadi Jurnalis Profesional, Tatacara Memfilter Berita Hoax. Mengenal Rambu-Rambu Hukum UU ITE dan Praktek Menulis Berita.

Muhammad Irfan mengatakan, materi “Dakwah Melalui Tulisan”, dakwah selama ini lebih identik dengan ceramah, khutbah dan tablig yang disampaikan dengan bahasa lisan. Namun ada satu metode dakwah yang kurang akrab dikenal luas ditengah masyarakat tetapi sangat berdampak di era digitalisasi dan globalisasi saat ini, yakni dakwah melalui tulisan atau dakwah bil kitabah.

“Dakwah bil kitabah memang kalah popular dibandingkan dengan dakwah bil lisan. Dakwah dengan tulisan ini merupakan transformasi lanjutan Surat Al-Alaq ayat 1, dari membaca kemudian menulis. Karena di era digitalisasi saat ini, menulis secara objektif merupakan suatu keharusan dalam menangkal berita-berita Hoax yang berakibat memecah belah persatuan umat,”ujarnya dalam sesi pembekalan materi.

Penulis : Gilang Ramadhan, Santri Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi