Pusat Pemerintahan Kota Sukabumi Akan Dipindahkan

611 dibaca
Wali Kota Sukabumi Muhammad Muraz saat ditemui usai menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2019. Di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Selasa 13 Maret 2018.(BUANA INDONESIA NETWORK/Diana Hidayat )

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUKABUMI- Wacana pemindahan pusat pemerintahan Kota Sukabumi ke wilayah Kecamatan Cibeureum akan segera terealisasi, pasalnya Wali Kota Sukabumi, Muhammad Muraz, dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019, meminta agar pemerataan tanah atau lahan segera dimulai.

” Untuk pemindahan pusat pemerintahan itu minimal ada pemerataan tanah dulu, bahwa kita (kantor pemerintah daerah) akan pindah ke sana,” terangnya saat  ditemui usai menggelar Musrenbang di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa, 13 Maret 2018.

Muraz menyebutkan, meski pun saat ini anggaran untuk pemerataan belum disiapkan, namun nanti bisa menjadi masukan tim anggaran.

“Ya, ini kan baru perencanaan dulu, nantinya untuk anggaran pemerataan akan dimasukan oleh tim anggaran. Tanah kan sudah ada,” jelasnya.

Muraz mengakui, untuk membangun pusat pemerintahan itu perlu anggaran ratusan miliar rupiah dan anggaran itu tidak bisa hanya mengandalkan dari APBD Kota saja, melainkan harus ada anggaran bantuan dari luar.

“Ya untuk membangun area pemerintahan di sana, kira-kira lebih dari 300 miliar. Oleh karenanya perlu adanya bantuan dana,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Rudi  Djuansyah, menyebutkan untuk pemerataan tanah membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar, sedangkan untuk pembangunannya ditaksir sekitar Rp 380 miliar.

“Karena  bukan hanya kantor Pemda saja yang akan ada di sana, termasuk gedung dewan juga akan berada dalam satu wilayah dengan pusat pemerintahan,” jelasnya.

Rudi juga mengaku bahwa master plane untuk pembangunan kantor Pemda yang dipusatkan ke wilayah Cibeureum sudah ada pada master plane di Tahun 2019, termasuk untuk lahanya. Namun untuk pembangunan, Rudi mengakui tidak  mungkin bisa terwujud pada tahun ini, karena perlu dana yang sangat besar.

“Ya kalau untuk pembangunan, tidak mungkin tahun ini,” tutupnya.