Ribuan Siswa Gagal Ujian Gegara Berkas Soal Dipercayakan Pada Wartawan

122
Suasana ruang kelas salah satu SD di Bogor, saat UAS tertunda.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Ribuan siswa dari puluhan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, masih belum bisa melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) hingga Kamis, 7 Desember 2017. Padahal sesuai jadwal, UAS hari pertama harus dilaksanakan Senin, 4 Desember 2017.

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai pihak yang bersangkutan, keterlambatan UAS disebabkan pencetakan berkas naskah soal ujian dipercayakan kepada dua orang wartawan sebuah tabloid berinisial DD dan ARJ.

Pengawas SD Se Kecamatan Cigombong, Toto, mengakui, berkas naskah soal ujian sudah diserahkan kepada DD dan Arj sejak tiga minggu sebelum tanggal pelaksanaan PAS.

“Semua sudah diserahkan kepada AD, baik soal dalam bentuk kertas atau bentuk softcopy. Tapi sampai waktunya tidak juga dicetak,” ungkapnya kepada awak media.

Celakanya, Toto mengaku saat menyerahkan berkas soal ujian tersebut tidak ada berita acara serah terima. Hanya bermodal kepercayaan. Toto juga enggan menyebutkan biaya percetakan lembar soal tersebut.

Sementara, DD yang dikonfirmasi oleh sejumlah awak media pada Selasa, 5 November 2017, membenarkan bahwa dirinya dipercaya oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Pengawas Kepala SD untuk mencetak lembar soal ujian. Namun DD enggan menyebutkan nama percetakan atau alasan keterlambatan. Bahkan, saat dihubungi melalui teleponnya, Kamis 7 Desember 2017, DD mengaku sedang berada di Tangerang, Banten.

Informasi lain yang diperoleh dari pihak sebuah SD di kawasan Cigombong, seorang kurir DD yang pernah ditanya pihak sekolah mengaku, DD mencetak lembar soal ujian bukan di sebuah percetakan. Akan tetapi hanya di sebuah tempat fotocopy.

Terpisah, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Ade Suryana, saat dimintai keterangannya seolah tak mau ambil pusing dan melempar persoalan ke pihak K3S Cigombong dan Cijeruk. “Silakan tanya ke K3S, jangan ke saya,” ujarnya.

Padahal, dari informasi yang dihimpun, DD mempunyai kedekatan tersendiri dengan Ade Suryana, terlebih tabloid tempat bekerja DD memang selama ini banyak beredar di sekolah-sekolah. Sehingga, pihak Pengawas SD dan K3S mempercayakan pencetakan lembar soal ujian kepada DD.

Salah seorang orangtua siswa, Egi Firmansyah, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. “Kalau jadinya seperti ini, kemungkinan besar bakal terjadi kebocoran soal karena dipercayakan kepada pihak luar yang tidak bertanggungjawab. Dan bukan tidak mungkin akan diperjualbelikan,” katanya.

EDITOR: WN