Medikbud Janji, Prioritaskan Kuota PNS Untuk Guru

722 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku prihatin dengan nasib guru honorer.

Jika dibandingkan dengan buruh pabrik atau kepala sekolah, gaji guru honorer jauh lebih kecil, hanya Rp 1 juta per bulan. Demikian pula jika dibandingkan dengan kepala sekolah, Sangat kontras perbedaan penghasilannya.

” Kepala sekolah sudah dapat gaji besar, mendapatkan tunjangan lagi. Kalau guru honorer hanya dari gaji saja, tanpa ada tunjangan apapun,” katanya saat berkunjung ke Yayasan Al Madinah, Jalan Raya Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 28 November 2017.

Muhadjir mengatakan, gaji guru honorer yang masih jauh di bawah Upah Minum Kabupaten atau Kota (UMK) itu menjadi tugas pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun daerah. Bahkan, permasalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah sosial bagi kepala sekolah.

“ Ya kalau punya rezeki toh, jangan dimakan sendiri, kasih guru-guru honormu biar mereka senang. Apalagi kalau habis dapat uang tunjangan yang mencapai berjuta-juta,” selorohnya di hadapan para guru dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Muhadjir berjanji tahun 2018 pemerintah akan melakukan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan kuota yang diprioritaskan khusus bagi guru.

” Saat ini kondisi sistem pengajaran di Indonesia masih sangat kekurangan guru PNS, dimana tidak sedikit sekolah yang hanya memiliki satu atau dua orang guru pegawai negeri, sisanya merupakan tenaga honor,” ungkapnya.

Sementara Bupati Bogor, Nurhayanti, mengatakan, untuk mengapresiasi serta meningkatkan kesejahteraan para guru honorer, belum lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengeluarkan surat tugas serta petisi bagi ribuan pengajar lepas.

“ Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan legalitas bagi para guru honorer dalam menyokong keperluan administratif kepegawaiannya selama mengajar di sekolah. Tidak menutup kemungkinan, tahun depan Pemkab Bogor bisa benar-benar merealisasikan tunjangan bagi semua guru honorer,” imbuhnya.

EDITOR: WN