Menteri LHK: Masyarakat Garut Persiapkan Hadapi Bencana Lingkungan

147


BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Dalam rangka menggiatkan kampanye Tanam 25 Pohon Selama Hidupnya. Kementrian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Provinsi Jawa Barat, Siti Nurbaya, mengunjungi Desa Pada Awas, Kecamatan Pasir Wangi, Kabupaten Garut. Rabu, 22 November 2017.

Selain dihadiri oleh Menteri LHK acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ditjen PDASHL (Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung), Pangdam III Siliwangi yang diwakili oleh Danrem 062 Tarumanegara, Kol.inf Joko Hadi Susilo, Bupati Garut, Rudy Gunawan,Kapolres Garut AKBP Novri Turangga, Dandim 0611 Garut Letkol Arm Setyo Hani, Kajari Garut, Direksi Perum Perhutani dan 42 Camat Kabupaten Garut, serta 33 Kapolsek Garut.

Siti mengatakan, Kabupaten Garut mendapatkan peringatan dari Badan Geologi Nasional bahwa 16 Kecamatannya berpotensi banjir.

” Kabupaten Garut mendapatkan peringatan dari Badan Geologi Nasional yang menyatakan bahwa, ada 16 Kecamatan yang berpotensi rawan Banjir Bandang yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan, yang tidak bisa meresap air sehingga luapan air di sungai besar sekali dan akan turun ke pemukiman yang ada dibawahnya,” ujar Siti.

Lanjut Siti, pihaknya berkomitmen untuk menjaga lingkungan terkait hal ini.
” Kami berkomitmen untuk menjaga lingkungan di daerahnya masing-masing,” pungkas Siti.

Rudy menyampaikan , pihaknya akan rehabilitasi hutan lahan bukan hanya karena berada di daerah tetapi merupakan komitmen kementerian LHK provinsi Jawa Barat dan pihaknya mengapresiasi.

” Bahwa pada hari ini Kita akan melakukan habitasi hutan dan lahan bukan saja karena kami berada di daerah bencana tetapi diluar itupun komitmen dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Barat untuk Garut sangat tinggi dan kami sangat mengapresiasinya,”

Rudy juga menambahkan, meski bukan kewenangan, hal itu tidak jadi halangan karena pihaknya juga membutuhkan lingkungan.

” Kami tidak akan mengelak walaupun Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, tentang Kewenangan Kehutanan itu bukan ada pada kami tetapi kami pun sebagai bawahan tentu butuh lingkungan, kami berharap masyarakat sadar bahwa lingkungan itu bukan diatur oleh undang-undang tetapi lingkungan itu harus dibentuk dan dibuat oleh kesadaran dan hati,” pungkas Rudy.