Polda Sumsel Gagalkan 20Kg Sabu Asal China

1.092 dibaca
Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara, memberikan keterangan pers, soal sabu di halaman Polda Sumsel, rabu 7 Februari 2018. Foto : Md

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggagalkan peredaran 20kg sabu asal China. Ini merupakan pertama kali Polda Sumsel mengungkap peredaran Narkoba dalam jumlah besar.

“Ini hasil  operasi Ditresnarkoba Polda Sumsel, terhadap peredaran narkoba. Berdasarkan data, baru kali ini berhasil menggagalkan 20kg,”kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara, yang dirilis ke awak, rabu 7 Februari 2018

Dijelaskan Zulkarnain, ketiga pelaku, Lukman Wahyudi (38),  dan M Arif (48) keduanya warga asal Palembang. Sedangkan ketiganya, Rahmad Hidayat (22), warga Sumatera Utara.

Jaringan ini terungkapnya setelah tim dari Unit 2 Subdit I Ditresnarkoba melakukan penyelidikan selama 1 bulan.

Barang yang dibawa Rahmad Hidayat dengan tujuan Jakarta sempat mampir ke Lampung. Setibanya di Lampung, mereka menginap di hotel karena tidak boleh melanjutkan perjalanan oleh pemiliknya, Agus (DPO). Setelah dua malam di Lampung, Dayat diminta kembali ke Palembang dengan alasan keamanan.

“Tiba di Palembang, Dayat ini dijemput oleh Lukman, sempat menjual 6 paket sabu atau sekitar 3,6 Kg,”ujarnya

Selanjutnya Selasa sekitar pukul 00.30 WIB Unit 2 Subdit I melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap Arif, Dayat dan Lukman.

Berdasarkan keterangan Zulkarnain, sabu berasal dari China dan dibawa melalui Malaysia sampai akhirnya masuk melalui pantai pesisir timur Sumatera.

Kemudian sabu akan diedaran mulai dari Aceh, Medan, Riau,  Sumsel, Lampung dan dibawa sampai ke Jawa untuk diedarkan.

Dayat yang membawa sabu dari Sumatera Utara terpaksa ditembak kedua kakinya karena melawan saat akan ditangkap.

Dia mengaku diberi upah sebesar Rp 100 juta dan baru dibayar Rp 10 juta sebagai Down payment.

“Saya minta pelaku diberikan hukuman mati ketiganya,”

Atas perbuatanya, pelaku mendekam di sel tahanan Polda Sumsel, selain itu mereka terancam Pasal 112 juncto Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.