Polres Pandeglang Bentuk Tim Khusus Tangani Dugaan Kasus Penistaan Agama

1279
Warga Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang pada selasa, 28 November 2017 gerusuk sebuah rumah pasangan suami istri ND dan MM. Warga menuntut ND dan MM segera diusir dari kampung Gadog karena diduga melakukan penistaan agama ( Sebelumnya dugaan penganut aliran sesat).
BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Kepolisian Pandeglang berencana membentuk tim yang nantinya khusus menangani kasus penistaan agama. 
Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Pandeglang, Kompol Nurahman mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah membentuk tim khusus yang akan menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh ND dan MM.
” Menindaklanjuti dugaan kasus penistaan agama disalah satu desa Kecamatan Cibitung Sat Reskrim Polres Pandeglang sudah membentuk tim khusus untuk menangani hal ini,” kata Wakapolres Pandeglang, Rabu, 29 November 2017.
Lanjut Wakapolres, dari hasil pengumpulan barang bukti dan penggeledahan nantinya akan dilakukan gelar perkara, sehingga nanti akan diputuskan apakah kasusnya bisa diproses ketahap selanjutnya atau tidak. Selain tim khusus dari Polres Pandeglang yang terdiri 5 orang juga akan melibatkan pakar IT, pakar hukum untuk menganalisa kasus tersebut.
” Kalau tim itu tentunya dari Reskrim semua, karena ada kaitannya dengan kemasyarakatan dan harus berhati-hati penanganannya karena berkaitan dengan keagamaan juga,” ujarnya.
Ia berharap, dalam beberapa hari kedepan sudah ada keputusan apakah kasus ini bisa dilanjutkan ketahap berikutnya atau tidak.
” Mudah-mudahan beberapa hari kedepan kita sudah bisa menyampaikan apakah kasus ini bisa dilanjutkan atau tidak, kalaupun bisa diproses sejauh mana penanganannya. nanti kita akan koordinasi dengan ahli hukum dan meminta saran dari alim ulama juga,”  harapnya.
Sebelumnya, warga Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang mengusir pasangan suami istri (Pasutri) karena diduga penganut aliran sesat Selasa, 28 November 2017. Warga menuntut agar tersangka berinisial ND dan MM segera meninggalkan kampung Gadog, karena disinyalir  akan menimbulkan keresahan warga bahkan terjadi konflik. Diketahui, sehari sebelumnya Ormas Front Pembela Islam (FPI) wilayah sekitar, rencananya akan mendatangi langsung kediaman terduga, namun hal itu dapat dicegah oleh pihak kepolisian.