Puting Beliung Rusak Rumah Di Beberapa Wilayah Di Bogor

70
BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Bencana alam puting beliung melanda kawasan selatan Kabupaten Bogor, Kamis 30 November 2017, sejak dini hari hingga siang hari. Angin ribut ini menerjang sejumlah Desa dan menghancurkan puluhan rumah di Kecamatan Cigombong.
Di hari yang sama, sekira pukul 11.00 WIB, angin kencang juga melanda kawasan Jalan Raya Puncak di Kecamatan Megamendung. Akibatnya, pohon mahoni berukuran besar tepat di Kampung Cibogo seberang Restoran Cibogy tumbang. Pohon ini menimpa satu unit mobil warna putih bernomor polisi B 1439 FKH yang melintas dari arah Ciawi ke Puncak.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun menyebabkan kemacetan parah di sepanjang Jalan Raya Puncak baik dari arah Jakarta dan Bogor maupun dari arah Cianjur. Tiga jam kemudian arus lalu lintas kembali lancar setelah Satlantas dibantu warga mengevakuasi mobil dan pohon tumbang tersebut.
Sementara itu, dari data sementara yang diperoleh sebanyak delapan unit rumah warga rusak akibat puting beliung di Kecamatan Cigombong. Lokasi bencana alam ini terdapat di Desa Tugu Jaya, Pasir Jaya, Cisalada, dan Desa Ciadeg.
“ Sampai siang ada delapan rumah. Kejadian rata-rata mulai sejak pukul tiga pagi,” kata Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cigombong Sumatri.
Menurut Sumantri, meski rumah warga banyak yang rusak parah tapi tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian itu. “Warga sempat diungsikan ke tempat yang lebih aman dan satu jam sebelumnya, sekitar pukul 02.00 Wib sudah dikabarkan kepada semua RT dan RW untuk waspada,” ujarnya.
Hingga Kamis siang, petugas desa dibantu BPBD Kabupaten Bogor tengah menyisir lokasi longsor dan puting beliung.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo mengatakan, telah menerjunkan pasukan untuk evakuasi warga. BPBD mengimbau agar warga tetap berhati-hati dan segera mengungsi menuju tempat yang lebih aman.
“ Kalau sudah ada angin kencang hujan lebat yang tinggal dekat pohon atau tebingan segera menggungsi untuk mengantisipasi longsor susulan,” katanya.
EDITOR : WN