Rusuh Di Mako Brimob, Napi Teroris Diduga Sandera Aparat

6.013 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Pihak kepolisian memastikan adanya penyanderaan anggota polisi di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Korps Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, setelah terjadi kerusuhan, pada Selasa (08/05/2018) malam.

“Situasi ini dapat kami kendalikan, masyarakat harap tenang. Kami meyakinkan situasi dapat kami kendalikan. Upaya kepolisian terus kami lakukan, soft Approach. Selain itu, upaya pendekatan lain juga sudah dilakukan, karena ini masih dalam proses negoisasi ya”, ujar Karo Penmas Polri, Brigjen M Iqbal, di Mako Brimob, Rabu (09/05/2018)

Disinggung perihal adanya penyanderaan, Iqbal mengatakan, masih dalam proses negoisasi, dan perlu proses.”Saat ini situasi dapat kami kendalikan, tidak ada penambahan pasukan, masih sama dengan tadi malam”, papar Iqbal.

Polri, kata dia, tetap melakukan pendekatan persuasif. Karena para napi adalah teroris, sehingga polisi melakukan pendekatan khusus.”Intinya, situasi dapat dikendalikan,” Tandasnya.

Sedangkan jumlah sandera, sambung Iqbal, belum bisa disampaikan. “Kita juga belum bisa sampaikan saat ini, karena kami dalam pendekatan dan negosiasi. Doakan saja. Kita minta doa teman-teman semua, kepada masyarakat seluruhnya, bahwa kami dapat menuntaskan ini”. Katanya.

Kerusuhan ini dipicu hal sepele, ungkap Iqbal, bermula dari makanan untuk napi teroris yang dikirim pihak keluarga yang perlu diperiksa, tetapi terjadi kesalah pahaman serta cekcok.

Untuk diketahui, dari informasi yang berkembang menyebutkan, peristiwa bermula pada Selasa, sekira pukul 20.20 WIB, saat napi teroris inisial W, bertanya soal makanan yang dikirim keluarganya, namun tidak ada titik temu sehingga mereka mengamuk dan pintu olah raga samping di block C dijebol.

Anggota Densus yang berada ditempat tersebut, inisial Aipda F, menghampiri block C untuk berbicara dengan mereka, akan tetapi mendapat lemparan dari napi teroris di blok tersebut, dengan mengambil besi jemuran dan menghancurkan kaca.

Sedangkan anggota Densus lain, inisial Brigadir D, dilempar menggunakan asbak oleh napi, mengenai kepala sehingga menyebabkan luka sobek di kepala kanannya. Lalu Tim Tindak Densus keluar dari rutan karena piket Brimob sudah tiba untuk mengamankan rutan.”Saat kejadian, dari tim tindak Densus ada 13 orang, tetapi tidak membawa senjata api”. Kata Iqbal

Jumlah tersangka di dalam rutan, masih kata dia, sejumlah 165 orang. Sedangkan anggota lainnya yang menderita luka, Iptu S, Brigadir LS, dan Briptu H. Sedangkan mereka diduga menjadi korban sandera, berjumlah enam orang, sejauh ini mereka menolak berdamai, tandas Iqbal.

Menurut info yang dihimpun, perusuh diduga menguasai senjata api, baik laras pendek maupun panjang. Keinginan mereka, untuk bertemu dengan Amman Abdurrrahman alias Oman Rochman yang disebut – sebut, sebagai pimpinan ISIS Indonesia.