Subsidi 900 VA Dicabut, 54.000 Pelanggan Komplain ke PLN

1.499 dibaca
Ilustrasi - Foto : Internet

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mendapatkan komplain dari 54.000 pelanggan menyusul pencabutan subsidi listrik 900 volt ampere (VA).

Menurut Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, 54.000 pelanggan tersebut komplain lantaran merasa masuk kategori masyarakat miskin.

“Itu sedang kami follow up sekarang,” ujarnya seperti dilansir dilaman Kompas, Senin 12 Juni 2017

Saat ini tutur dia, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sedang mendata ulang 54.000 pelanggan listrik 900 VA tersebut, apakah berhak atau tidak mendapatkan subsidi listrik.

Bila prosesnya selesai dan dinyatakan berhak, maka PLN memastikan tidak akan mencabut subsidi 900 VA kepada 54.000 pelanggan listrik tersebut.

Selama ini tutur ia, banyak masyarakat miskin yang tidak memiliki kartu miskin sehingga dianggap tidak layak mendapatkan subsidi listrik. Namun PLN terbuka dengan perbaikan data.

Sebelumya, PLN.menegaskan tidak memiliki rencana menaikkan tarif atau mencabut subsidi pengguna listrik golongan 450 VA. PLN hanya memutuskan untuk mencabut subsidi listrik pelanggan 900 VA lantaran tidak berhak mendapatkan subsidi.

Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sisanya, 18,8 juta pengguna listrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan inilah yang subsidinya dicabut