Biadab, Menantu ini Tega Habisi Nyawa Mertua Di Kebun

4.829 dibaca

BUANAIDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Biadab, kata ini mungkin pantas disematkan pada Ardi Ariansyah (18) warga Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh. Pasalnya Dia telah kejam membunuh mertuanya sendiri. Satik bin Samiun (50) warga Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III.

Pembunuhan dilakukanya dengan membacokan parang sebanyak lima kali ke Kepala, Wajah dan Dada. Tidak hanya itu, untuk memastikan korban sudah meninggal tersangka juga mencekik leher ibu yang melahirkan sang istri.

Peristiwa pembunuhan itu terungkap setelah polisi melakukan oleh tempat kejadian perkara. setelah sebelumnya mendapatkan laporan, ada penemuan mayat.

Dari olah kejadian perkara polisi akhirnya menangkap tersangka lima jam setelah kejadian, Senin (14/5) sekitar pukul 23.00 wib. saat tengah berada dirumah orang tuanya di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh.

” Tersangka Ardi Ariansyah (18) benar-benar kejam, dia tega membunuh ibu mertuanya, ” kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem didampingi Kasatreslrim Polres Banyuasin, AKP. Dwi Satya, dan Kanitres Polres Banyuasin, serta Kapolsek Pangkalan balai, saat menggelar konferensi pers di aula Mapolres Banyuasin, Selasa. 15/05/18 sekiranya pukul 17;00 wib,

Dikatakan Yudhi, aksi kebiadaban tersangka itu berawal dari informasi bahwa mertuanya bermaksud untuk memisahkan dirinya dengan sang istri.

“Kronologis kejadian  hari senin tanggal 14 mei 2018 ya seperti biasanya  ibu sarti  menyadap karet  bahasa daerah sini mantang, di kebunnya jam 06.00 wib pagi dia diperkirakan kurang lebih seperti biasa kegiatannya itu mantang ternyata saat itu pelaku datang langsung bertannya kenapa kamu menyuruh anak kamu yang atas nama Lia  pisah dengan aku (Pelaku) dia menyatakan itu sampai 3 x dan  namun jawaban Korban tetap sama hingga membuat Ardi emosi lalu melakukan pembantaian di kebun tersebut” ungkapnya.

Saat dia mendengar jawaban dari mertuanya tetap sama,  langsung saja Ardi memukulkan lima kali gagang Parang di belakang kepalanya,  satu kali dibelakang,  dan tiga kali bagian dada ya bagian belakang 1 kali bagian wajah satu kali lalu mencekik leher.

Akibat peristiwa itu korban meninggal dengan banyak luka di sekujur tubuhnya dan kini korban sudah di makamkan secara layak oleh pihak keluarga.

“Tersangka sudah diamankan, dan dijerat pasal yang 340 dan atau 335 Junto dengan ancaman maksimal  20 tahun atau seumur hidup ” Jelas Kapolres

Bagaimana Menurut Anda?