Delapan Bulan Diperingatkan Perusahaan ini Tak Kunjung Ajukan Izin

231

BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – PT Musi Rapi Paper pulpp factory yang beralamat di Desa Upang Jaya Kecamatan Muara Telang Kebupaten Banyuasin, Sumsel. diduga tidak memiliki izin. Serta, tidak memiliki tempat Pengelolahan limbah kering ataupun cair.

Bahkan, Pihak perusahaan telah diperingatkan. Dengan harapan, segera mengurus perizinan. Namun, sudah delapan bulan lamanya pihak perusahaan tidak kunjung mengurus izin. Sehingga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syahril Arif Rahman, bersama Wakil Ketua Heriyadi Ketua Komisi III Joko Aminoto dan Anggota DPRD Banyuasin dari Komisi III Herawati,Yuan ari, Jufrianto, Sa’ri, Farida, Emi sumitra, Ridho, Darul Qutni, Indra Gunawan, Syamsu Rizal. Sukardi serta camat muara telang Gambeta dan Kapolsek Muara telang AKP Underson. melakukan sidak. Kamis (02/02/17).

Wakil Ketua Dprd Banyuasin Heriyadi Mengatakan, jika memang PT Musi Rapi Paper pulpp factory. tidak memiliki izin maka DPRD banyuasin akan merekomendasikan untuk menutup PT tersebut.

“Jika memang PT Musi Rapi Paper pulpp factory.tidak memiliki izin untuk beroperasi dan limbahnya sangat berbahaya mecemari lingkungan sekitar maka kita merekomendasikan untuk menutup Perusahaan tersebut.” Ucapnya, saat melakukan sidak.

Dikatakan juga oleh, Ketua Komisi III Joko Aminoto,  jika memang sebelum nya PT Musi Rapi Paper pulpp factory. telah di berikan peringatan untuk mengurus izin selama 8 bulan yang lalu sejak tanggal 27 juli 2016. Namun sampai sekarang 2 februari 2017 belum mengurus izinnya, maka komisi III wajib merekomendasikan untuk menutup Prusahaan tersebut.

“Kita Telah memberikan waktu lebih dari 8 bulan. tetapi pihak perusahaan masih belum juga mengurus izinnya. Kami menghawatirkan para pekerja yang ada di prusahaan ini, jika terjadi sesuatu degan karyawan yang bekerja di prusahaan tersebut. siapa yang akan bertanggung jawab. sebab, untuk izin saja prusahaan ini tidak ada, apalgi tempat pembuagan limbah.” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir Syahril Arif Rahman Melalui Kabid Bidang Pecemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin menegaskan, pihaknya akan segera menutup operasi perusahaan.

“Dengan Tegas Kami Akan Segera menutup Prusahaan ini untuk sementara. sebab, telah kita berikan waktu selama 8 bulan agar perusahaan tersebut dapat mengurus izin. tetapi sampai saat ini belum mengurus izin. kita akan bertindak tegas untuk menutup prusahaan tersebut,”ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan Jika PT Musi Rapi Paper pulpp factory Telah melakukan Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

“Pada saat Di lapangan dan melihat berkas – Berkas Prusahaan di simpulkan bahwa 1.Prusahaan Belum menyusun dokumen lingkungan dan belum memiliki izin lingkungan.

2.belum memiliki izin tempat penyimpanan sementara. Limbah berbahaya dan beracun TPS LB3 dan gedung B3.

3.Belum mengajukan permohonan izin pembuangan limbah cair sehingga belum memiliki libah cair,

4.belum ada limbah secara fisika,kimia,dan bialogi pada 3 buah kolam.

5.tidak ada pemisahan air limbah degan air hujan.

6.belum ada tempat penyimpanan limbah B3 Abu Batu Bara sehingga Abu batu bara di biarkan berhamburan dan di timbun di sekitar wilayah prusahaan.

7. Belum ada titik penataan titik koordinasi untuk penawaran aspek air dan udara.

8. Pada saat pengawasan lapangan hari kamis tanggal 2 februari 2017 pukul 11 PT Musi Rapi Paper pulpp factory. Sedang dalam ke adaan operasional. maka degan semua bukti ini kita akan menutup sementara prusahaan tersebut dan jika beroperasi tidak menuntup kemungkinan akan terkena Pidana dan akan segera melaporkan ke Polres Banyuasin.”Jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara telang Underson mengatakan kalau memang Perusahaan ini tidak memiliki izin dan tidak mengikuti peraturan maka pihaknya akan membantu dalam penutupan.

“Ya memang jika tidak memiliki izin maka jika prusahaan ini masih beroperasi maka kita akan berhentikan jika melakukan aktifitas yang ada.”Jelasnya.

Sarwan (40) keamanan Perusahaan mengatakan bahwa sudah lebih dari seminggu ini prusahaan tidak beroperasi.

“Sudah lebih dari satu minggu perusahaan ini sudah tidak beroperasi saya juga tidak tahu kalau prusahaan tersebut tidak memiliki izin saya cuma penjaga keamanan saja disini,”Ujarnya.

Bagaimana Menurut Anda?