Diduga Banyak Akun Palsu, Warga Tuding Penyelenggara Pemilu “Diam”

6.642 dibaca
Komisioner KPU Banyuasin Divisi Sosialisasi KPU Banyuasin, Salinan. S. Sos,
Komisioner KPU Banyuasin Divisi Sosialisasi KPU Banyuasin, Salinan. S. Sos,

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Banyaknya akun palsu dari tim Pasangan calon Bupati Banyuasin, akhir-akhir ini membuat suasana pesta demokrasi di Banyuasin terlihat panas, hal tersebut terbukti dari Akun yang diduga Palsu milik Agung budiman dan Abdul somad yang selalu melontarkan isu miring (Black campaingn) terhadap beberapa kandidat, hal tersebut mendapatkan tanggapan serius dari masyarakat Banyuasin yang menilai pihak KPU dan Panwaslu Banyuasin tidak memperhatikan akun-akun tim paslon serta tidak mereales akun medias sosial tim paslon yang terdaftar ke publik . dampak dari cuitan akun penyebar isu tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut, salah satu tim paslon menempuh jalur hukum agar pemilik akun tersebut dapat dijerat hukum sesuai dengan UU Ite. “Kita heran kok pihak KPU dan Panwaslu diam-diam saja, di media sosial ramai menyebar isu hoax, terus akun yang terdaftar kemarin siapa-siapa saja, dan mana omongan Panwaslu untuk menindak pemilik yang melanggar UU Ite, apalagi berkaitan dengan Pilkada ini” Ucap, Warga Rantau Bayur. Efriadi effendi. Saat dibincangi, Sabtu. 12/05/18.

Efri meminta, kepada penyelenggara pemilu untuk bersikap tegas. agar, pesta demokrasi di Banyuasin tidak dirusak oleh segelintir orang. “Banyuasin inikan merupakan daerah yang damai, mengedepankan toleransi antar sesama, jadi kita tidak ingin hal-hal buruk terjadi di Bumi kita tercinta ini cuma karena postingan yang hanya memancing keributan, ” ujarnya.

Dirinya mempertanyakan kepada penyelenggara pemilu di Banyuasin nama-nama Akun Facebook, IG, Tweeter yang selama ini mendaftar ke KPU. “Nah pertanyaan kami nama-nama akun yang terdaftar di Media sosial kemarin mana, baik yang ada di Grup Pilkada Banyuasin itu, siapa-siapa namanya, harusnya penyelenggara pemilu setelah tim paslon mendaftarkan lima akun mereka, KPU khususnya langsung mereales ke Media massa yang ada di Banyuasin ini baik itu, media cetak, online, televisi dan radio agar masyarakat tahu mana akun promo kandidat mana akun penyebar kebencian dan kampanye hitam” tegasnya.

Sementara, Zulkifli komisioner Panwaslu Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Banyuasin mengaku untuk akun-akun yang ada di media sosial merupakan wewenang KPU Banyuasin. “Kalau akun kita tidak tahu, kita hanya menerima tembusan saja dari KPU itu bukan ranah kita, silahkan tanyakan langsung pada KPU” Ucapnya.

Dirinya menyarankan untuk akun yang diduga palsu harus dilaporkan ke pihak berwajib, agar bisa ditindak sesuai UU Ite. “Ya mesti dilaporkan langsung ke Polda sebab mereka mempunyai alat untuk mendeteksi pemilik akun tersebut” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Banyuasin Divisi Sosialisasi KPU Banyuasin, Salinan. S. Sos, megatakan. dalam aturan tim paslon harus mendaftarkan akun media sosialnya lima akun.

“Ya dalam aturan, tim paslon harus mendaftarkan ke kita lima akun, akun apa saja, baik itu facebook, IG, Tweeter dan lain sebagainya” ucapnya.

Ketika diminta nama-nama akun resmi yang sudah mendaftar ke pihaknya, Salinan mengaku tidak hafal dan belum bisa memberikan kepada wartawan. “Kalau nama-namanya saya lupa, namun ada catatannya, dan nanti akan kita reales ke media massa agar dipublikasikan bahwa untuk masing-masing calon ini nama akun tim mereka” tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?