DPRD Sumsel dengarkan Penjelasan Gubernur Terhadap Raperda Tentang Nota Keuangan APBD-P 2017

1.018 dibaca
Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Ishak Mekki, sampaikan penjelasan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), terhadap Perubahan APBD Sumsel. Foto : Hms

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provoinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin 14 Agustus 2017 menggelar Rapat Paripurna XXXII di gedung DPRD Sumsel Lantai II, Jalan Kapten A.Rivai Palembang.

Rapat soal, Nota Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan  Belanja Daerah (APBD) Sumsel tahun Anggaran tahun 2017. Rapat kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S.Matdiah. Rapat paripurna hari ini,  tindak lanjut Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Pimpinan DPRD  dan Gubernur Sumsel terhadap, Kebijakan Umum Plafon Anggaran (KUPA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD  Sumsel  Tahun Anggaran 2017 yang lalu.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sumsell

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Ishak Mekki, sampaikan penjelasan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), terhadap Perubahan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2017. Dalam laporannya Wakil Gubernur Sumsel H. Ishak Mekki mengatakan, pada nota kesepakatan sebelumnya telah disepakati rancangan perubahan APBD Provinsi Sumsel. Dimana terdapat peningkatan 9,20% bila dibandingkan dengan APBD Induk tahun anggaran 2017.

“Perubahan pendapatan, belanja dan pembiayaan sebagaimana kami jelaskan dapat dilihat pada Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2017 dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang penjabaran perubahan APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2017,”  terangnya

Ramadhan S. Basyeban, S.H. M.M. Sekretaris DPRD Sumsel

Perubahan APBD  Tahun 2017 dilakukan penyesuaian atas  pendapatan, belanja dan pembiayaan rincian sebagai berikut :

A.    Pendapatan
Semula sebesar Rp8.195.110.152.121,01, menjadi Rp8.911.476.779.409,71. Bertambah sebesar Rp716.366.237.288,70 atau 8,74%. Dijelaskan 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), semula Rp3.016.085.362.904,00 menjadi 3.165.360.996.225,00 bertambah 149.275.633.321,00 (4,95%). 2. Perimbangan,  Semula Rp.5.175.402.210.000,00 menjadi Rp.5.729.688.002.984,00 bertambah 554.285.792.984,00 (10,71%). 3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, semula Rp3.662.969.217,01 menjadi Rp16.427.780.200,71 bertambah Rp12.804.810.983,70 atau (353,43%)

B.    Belanja
Semula Rp6.844.917.482.006,50 menjadi 7.109.417.787.739,28 bertambah 264.500.305.732,78  atau (3,86%). Belanja tidak langsung bertambah sebesar Rp322.749.532.323,78 sedangkan belanja langsung berkurang sebesar Rp58.249.226.591,00

C.    Pembiayaan
1.Penerimaan, semula Rp25.000.000.000,00 menjadi Rp64.859.618.385,33 bertambah Rp39.859.618.385,33 atau (159,44%) yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun lalu.

2.Pengeluaran, semula Rp1.375.193.060.114,51 menjadi Rp1.866.918.610.055,76 bertambah Rp491.725.549.941,25 atau (35,76%)

Ia turut menghimbau, bagi seluruh Anggota DPRD Provinsi Sumsel untuk membahas secara detail bersama mitra terkait dalam melakukan  penyempurnaan untuk disepakati bersama.

“Pemprov Sumsel mengajak seluruh yang tergabung dalam Komisi-komisi untuk bersama-sama membahas secara detail dengan mitra terkait dan melakukan penyempurnaan untuk disepakati bersama sehingga Perubahan APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2017 dapat ditetapkan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Badan Musyawarah DPRD Sumsel,”

Selanjutnya,  Rapat Paripurna XXXII pembicaraan tingkat pertama di schors hingga Senin 21 Agustus mendatang (ADV)

Bagaimana Menurut Anda?