Film ini Menceritakan Anak Dari Desa Terpencil di Sumatera

160

BUANASUMSEL.COM, PALEMBANG – Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Negeri 5 Palembang gelar nonton bareng (nobar) bersama dengan Lembaga Pendidikan Khusus Anak (LPKA). Film yang berjudul mengejar angin menceritakan tentang seorang anak dari desa terpencil di Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat.

Dalam cerita tersebut mengkisahkan, Seorang anak remaja yang cerdas dlam pelajaran matematika dan berbakat dalam atletik, berkinginan mengubah nasib hidupnya serta membahagiakan sang ibunda. Namun keinginannya ditentang sang ayah yang menginginkan anaknya meneruskannya menjadi pemimpin bajing loncat (penjahat).

Kepala Bindang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Erlina mengatakan, Kegiatan nobar yang dilakukan SMKN 5 ini bagus, Karena ini film perjuangan. Apalagi filmnya mencerita tentang pendidikan juga.

“Kegiatan seperti ini lebih dari mengundang motivator, Dengan menonton film ini, karakter anak, etos kerja, perjuangan untuk mendapatkan pendidikan akan terserap secara langsung. kita berharap tidak berhenti sampai disini,”harapnya.

Dikatakannya, Tidak hanya SMK – SMK yang ada kota Palembang, Pihaknya akan melakukan road show ke sekolah-sekolah di Kabupaten – Kota di Sumatera Selatan.

“Tidak banyak SMK seperti ini, kalaupun ada tidak nampak. Kita harapkan SMK Negeri 5 dapat memberikan contoh dan berbagi ilmu kepada SMK – SMK yang lain,”terangnya.

Ditempat yang sama Kepala SMK Negeri 5 Palembang,  Drs.H. Zulkifli, M.Pd mengatakan, Melalui pemutaran film ini, Akan dapat memotivasi anak secara langsung.

“Jika kegiatan seperti seremoni, ceramah setelah acara selesai tidak akan berkesan, Kalau film akan terlihat nilai kerja sama, seninya, dan terlihat jelas gambaran situasinya seperti apa,” Ucapnya

Pria lulisan S2 Unsri ini menambahkan, Saat ini ada 31 film perjuangan yang akan kita sosialisasikan. Sekolah lain bisa mengadopsi, Pembelajaran melalui film lebih mengena, 80 persen bisa terserap.

” Hari ini 2 film yang kita putar dan akan kita lanjutkan dengan menggunakan sarana gedung Disdik Sumsel, fasilitas disana 354 kursi. Akan kita petakan untuk sekolah sekolah yang ingin menonton,”tutupnya.

Bagaimana Menurut Anda?