Gara-gara Istri Muda, Suami Disiram Cuka Para

41

BUANAINDONESIA.CO.ID, LUBUKLINGGAU  –  Lamcaya Bilahi alias Bayi, Ibu rumah tangga (IRT) terpaksa berurusan dengan hukum. Itu lantaran dirinya melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga terhadap suaminya sendiri selaku korban yakni Syaparudin alias Nurdin dirumahnya di Jl Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Korban dan pelaku yang merupakan istrinya itu sempat adu mulut dirumah. Hingga pelaku menyiramkan cuka para kearah muka korban. Kejadian itu Sabtu (30/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya, korban harus dilarikan ke rumah sakit dan saat ini tengah menjalani perawatan serius dirumah sakit (RS) Siti Aisyah Lubuklinggau akibat terkena siraman cuka para dibagian wajah dan badan.

“Kejadian berawal saat korban datang kerumah menemui istrinya (Lamcaya),” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara didampingi Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sofyan Hadi.

Korban kerumah menemui pelaku (istrinya) dengan maksud mau berpamitan untuk mencari upah buruh didaerah Muara Rupit, Kabupaten Muratara. Selanjutnya istri korban menanyakan kepada korban yang sebelumnya sudah mengetahui bahwa korban diduga sudah beristri lagi.

Lalu istri korban mengatakan kepada korban “Kalau kamu tidak mau mengulang lagi dengan istri muda, kamu harus bersumpah dulu”. Dan korban menjawab “Untuk apa bersumpah lagi, aku tidak mengulang lagi”.

“Keributan mulut terjadi dan korban masih tidak mau bersumpah,” bebernya.

Kemudian tak berapa lama, tersangka pergi kebelakang dan masuk kekamar, lalu mengambil satu botol cairan air keras (cuka para). Lantas botol yang berisi cuka para itu dituangkan kedalam baskom kecil. Pelaku langsung menyiramkan air keras itu dibagian muka dan badannya. Setelah terkena siraman cuka para, korban lari kebelakang rumah dan meminta tolong warga. Kemudian korban dibawa kerumah sakit. Sedangkan pelaku melarikan diri dan berhasil ditangkap saat berada di kebun Kesie.

“Setelah mendapata laporan, anggota langsung melakukan cek TKP dan melihat kondisi korban di RS, dan Pelaku sendiri mengakui perbuatannya lantaran kesal dengan tingkah suaminya.”

Akibat perbuatannya, pelaku melanggar pasal 44 ayat 1 UURI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara.

Bagaimana Menurut Anda?