Jadikan Kopi Arabika Mendunia, Pemkab Muara Enim Jalin Kerjasama dengan BI

19

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim terus berupaya menjadikan kopi khas Kabupaten Muara Enim, yakni kopi arabika yang berasal dari daerah perbukitan di Kecamatan Semende sebagai kopi yang memiliki cita rasa spesial dan bisa dinikmati oleh masyarakat di Indonesia bahkan bisa mendunia.

Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar memberi sambutan pada acara penandatanganan Memorandum Of Understanding atau MoU dengan Bank Indonesia dalam rangka pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan klaster kopi arabika, bertempat di Aula Kantor Bappeda Pemkab Muara Enim, Selasa (30/01/2018).
Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar memberi sambutan pada acara penandatanganan Memorandum Of Understanding atau MoU dengan Bank Indonesia dalam rangka pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan klaster kopi arabika, bertempat di Aula Kantor Bappeda Pemkab Muara Enim, Selasa (30/01/2018).

Salah satu upaya tersebut, Pemkab Muara Enim bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding atau MoU dalam rangka pengembangan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan klaster kopi arabika, bertempat di Aula Kantor Bappeda Pemkab Muara Enim, Selasa (30/01/2018).

Penandatanganan Mou dilakukan langsung oleh Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rudy Hairudin.

Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Rudi Hairudin saat menandatangani MoU
Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar (kiri) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Rudi Hairudin (kanan) saat menandatangani MoU

Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Muara Enim, Ir H Hasanudin MSi, Kapolres Muara Enim, Dandim 0404 Muara Enim, Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim, Kepala Bappeda Muara Enim serta unsur Forum Koordinasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Muara Enim.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Hairudin mengatakan sumber kekayaan terbesar Provinsi Sumatera Selatan tergantung pada tiga faktor yakni industri, kopi serta budaya dan pariwisata.

Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Rudi Hairudin saat menyerahkan hasil penandatanganan MoU
Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Rudi Hairudin saat menyerahkan hasil penandatanganan MoU

Oleh karena itu, terang Rudi, pihaknya akan membantu Pemkab Muara Enim menjadikan kopi arabika semende memiliki daya saing tinggi. Serta menjadikan Muara Enim sebagai sentral kopi Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan para petani.

“Pasar saing kopi arabika semende lebih menjanjikan, karena memiliki daya saing yang tinggi, bermutu dan sangat potensial. Kesepakatan bersama ini menjadi langkah awal dan menjadi sinergi Pemkab Muara Enim dalam rangka menjadikan kopi semendo mendunia,” terangnya.

Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar dalam sambutannya mengatakan, kopi memiliki peranan yang sangat penting bagi Kabupaten Muara Enim karena merupakan sumber pendapatan daerah yang menjanjikan. Serta menjadikan Kabupaten Muara Enim memiliki ciri khas tersendiri dengan kopi spesial arabika.

“Jenis kopi arabika sangat diminati. Oleh karena itu, Pemkab Muara Enim memiliki program pengembangnya melalui tiga tahapan meliputi pasca panen, pemberdayaan panen dan penjualan ke pasar,” terang Muzakir.

Pemkab Muara Enim, lanjut Muzakir, menyambut baik kerjasama dengan Bank Indonesia Sumsel. Diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan masyarakat kecil dan menengah khususnya para petani kopi di Semendo. Selain itu, sebagai ajang promosi kopi arabika sehingga memiliki daya saing internasional.

“Saya menghimbau kepada petani kopi semendo, agar dapat menambah luas lahan penanaman kopi arabika yang luasnya masih sekitar 200 hektar. Sehingga diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama Surif Mawardi selakj peneliti kopi mengatakan, produksi kopi arabika di Kabupaten Muara Enim masih minim, untuk itu perlu memperbanyak bibit kopi arabika.

Selain itu, juga terdapat berbagai jenis unggulan kopi antaranya arabika, librika, robinson. Ketiga jenis kopi itu mempunyai daya saing yang tinggi dipasaran terutama produksi arabika jauh lebih mahal dari robusta, dikarenakan lebih baik dan lebih wangi kopinya.

“Kabupaten terbesar penghasil kopi kedua se-Sumsel adalah Kabupaten Muara Enim sebesar 1300 kg per hektar. Penjualan kopi arabika mengacu ke pasar luar negeri Newyork dan robusta belanda,” ucapnya. (Humas dan Protokol Pemkab Muara Enim)

Bagaimana Menurut Anda?