Jelang Pilkada, Tokoh Pemuda Berikan Pesan Pada Masyarakat

120

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Menjelang pemilihan kepala Daerah (pilkada) Kabupaten Banyuasin banyak bermunculan Bakal Calon Balon (Balon) Buptai dari Luar daerah, ternyata hal inilah yang membuat salah satu pemuda sekaligus putra Banyuasin angkat bicara, menurut Agustaf (35). Jhon (30) dan Zaidit (43) Kabupaten Banyuasin ini Tidak  Kekurangan orang pintar, hanya saja  selama ini putra -putra terbaik Banyuasin  dikebiri Di Negerinya sendiri.

” Selama ini putra-putra Banyuasin tidak  pernah di ajak membangun negerinya sendiri seperti Di daratan ada yang namanya Agus Saputra Holidu lulusan terbaik ITB yang mau mengabdikan ilmunya malah disuruh kerja sebagai TKS dijaman Bupati yang dulu dan ternyata dia berprestasi di kementerian PUPERA, Ada Askolani Jasi yang saat ini menjadi Wakil ketua DPRD Banyuasin, Ada Buya Husni Tamrin Madani Pimpinan Pondok Pesantren Qodratulah, dan untuk dari daerah perairan ada Sulaiman Helmi lulusan dari eropa, juga tidak diberi  kesempatan berkarya di Pemkab Banyuasin serta putra-putra terbaik lainya” ujar Agistaf kepada wartawan Jum’at(3/11).

Senada dikatakan Zaidid, selama ini putra-putra daerah tersebut terus berjuang mencoba untuk memimpin kabupaten Banyuasin, namun sungguh sangat disayangkan kesempatan itu selalu pudar karena kurangnya kekompakan dari masyarakat itu sendiri.

“Tahun 2018 kita berharap kabupaten Banyuasin dapat di pimpin oleh salah satu putra terbaik Kabupaten Banyuasin, cukup sudah kita melihat yang terjadi selama ini dan putra-putra terbaik hanya menjadi penonton” imbuhnya.

Hal serupa dikatakan Jhon hery, dirinya juga meminta agar masyarakat Banyuasin dapat berfikir positif tentang putra Banyuasin karena biar bagaimanapun juga tidaklah mungkin seorang putra Banyuasin ingin menghancurkan daerahnya sendiri.

“kita yakin masyarakat sudah mulai cerdas, pengalaman 2013 sudah cukup menjadikan kita untuk berpikir dewasa, kita lihat selama hampir 15 tahun kabupaten Banyuasin masih jauh tertinggal seperti kabupaten-kabupaten lainya. Mari kita satukan niat 2018 putra daerah harus jadi pemimpin di daerahnya sendiri.” pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?