Kalangan Lais Masih Beroperasi, Mediasi Pemindahan Terus Berlanjut

74
Rapat Relokasi Pasar Lais
Kalangan Lais Masih Beroperasi, Mediasi Pemindahan Terus Berlanjut

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA- Hingga kini, keberadaan pasar yang berada di kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin masih sepi. Para pedagang masih banyak yang enggan berjualan di pasar tersebut. Berkali-kali upaya pemindahan dilakukan, namun sebagian pedagang masih saja memanfaatkan kalangan desa Lais untuk melakukan aktifitasnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Musi Banyuasin kembali mengingatkan para pedagang yang masih berdagang di kalangan desa Lais kecamatan Lais, agar segera pindah ke pasar Lais yang sudah dibangun beberapa tahun lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Muba Zainal Arifin saat melakukan sosialisasi yang dilaksanakan di gedung pertemuan kantor camat Lais, kamis (5/10/17). Hadir dalam kesempatan itu, camat lais Tanzarni SSTP MSi, kapolsek Lais AKP Edy Siregar, Kepala Desa Lais Hasrullah SE, Babinsa Lais Serka Muzakir, serta pengurus pasar Lais dan.pengurus kalangan desa Lais.

Dalam kesempatan itu, Zainal mengatakan, pemindahan pasar tentunya ada prosesnya, oleh karena itu dirinya mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk pemindahan pedagang dari kalangan Lais ke pasar kecamatan Lais, termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti camat, kapolsek dan pihak lainnya.

“ini rapat yang kesekian kalinya, menyapaikan kepada bapak dan ibu terkait relokasi pasar, tentunya dalam proses pemindahan ini ada permintaan tolong disampaikan,“ jelasnya.

Sementara, Kapolsek Lais AKP Edy Siregar mengharapkan masyarakat mendukung kemajuan Lais, oleh karena itu dalam relokasi pasar Lais diminta tetap aman dan kondusif, “kita berharap kecamatan Lais dapat maju dengan pesat, sehingga dalam pemindahan pedagang ke pasar Lais jangan ada asset yang dirusak, kita harus mendukung program pemerintah,” imbaunya.

Daris perwakilan pengurus kalangan bonot mengatakan tidak sanggup untuk melakukan penutupan, dikarenakan pedagangnya sendiri yang kembali beraktifitas.

Senada, Miswanto mengatakan penertiban penutupan pasar kalangan hendaknya bukan didesa Lais saja, namun dirinya meminta semua kalangan yang beroperasi didesa dalam kecamatan Lais semuanya dilakukan penutupan, “masih banyak perbuatan yang lebih mulia. Kalau kalangan Lais mau ditutup, tutup dulu kalangan yang ada di desa dalam kecamatan Lais,” pintanya.

Pertemuan dilanjutkan secara tertutup diruang camat Lais, guna mencari kata sepakat diantara kedua belah pihak. Usai rapat, kepala Disperindag Muba Zainal Arifin saat diwawancarai beberapa media, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan relokasi pedagang secara persuasif, jika tidak menemukan titik temunya, maka pihaknya tetap akan mengupayakan pemindahan secara tegas pertengahan November 2017.

“Kita upayakan secara persuasive dahulu, usai sosialisasi ini kita akan melayangkan surat edaran kepada pedagang. Pada saatnya nanti mereka tidak sepakat, kita lakukan eksekusi di backup oleh Pol-PP, Polisi dan TNI,” tegasnya.

 

Bagaimana Menurut Anda?