Komisi II DPRD Muba Ingatkan Perusahaan di Muba Terkait Pajak dan CSR

83

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA-  Komisi II DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) beberapa waktu lalu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Puluhan perusahaan yang beroperasi di kabupaten Muba di ruang Komisi II.

RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Muba, Hairul Ilyasa SAg ini terkait permasalahan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) termasuk yang paling utama adalah peningkatan Pedapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Musi Banyuasin, “kami mengundang 40 perusahaan yang ada dikabupaten Muba melalui dinas perkebunan yang langsung ditandatangani oleh Sekda Muba, namun yang hadir sekitar 20 perusahaan,” jelasnya, (6/11/17).

Dalam pertemuan itu pihaknya membahas permasalahan pajak non PLN termasuk pajak air permukaan bawah tanah  yang nota bene sesuai aturan perundang-undangan perusahaan berkewajiban membayarnya. “Jadi dengan menghadirkan perusahaan tersebut, kedepan Insya Allah komisi II berupaya mengoptimalkan pajak karena pajak nota bene adalah mitra komisi II, disesion terakhir kami meminta bukti pembayaran pajak tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Dengan undangan tersebut, lebih lanjut Hairul mengharapkan setidaknya pihak perusahaan perkebunan diwilayah kabupaten Muba untuk berusaha membayar pajak tepat waktu sesuai dengan aturan dan perda.

Selain itu juga, Komisi II juga membahas permasalahan IMB perusahaan dan CSR perusahaan, “perusahaan diharapkan senantiasa melakukan kegiatan CSR bersama media, sehingga membantu informasi kepada kami dan kegiatan masing-masing perusahaan terpantau, “ jelas ketua DPC Partai Demokrat kabupaten Muba ini.

Sementara, Rudi hartono SSos saat dikonfirmasi media ini mengatakan terus akan memantau kegiatan perusahaan yang beroperasi di Muba, sikap tegas harus ditunjukan Pemkab dan DPRD Muba demi kepentingan bersama.

“Perusahaan harus patuh dengan aturan yang berlaku. Untuk mengoperasikan perusahaan, mereka harus memiliki izin lengkap termasuk patuh membayar pajak dan tahu akan kewajibanya dalam bentuk CSR,” jelasnya.

Terkait masih adanya perusahaan yang tidak hadir dalam audiensi tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan kembali.

Bagaimana Menurut Anda?