Pedang Pora Sambut AKBP Bayu Dewantoro Memasuki Mapolres Mura

50

MUSI RAWAS – Jum’at, 1 Desember 2017, sekitar pukul 9.00 WIB setibanya Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro SIK, MM di gerbang Mapolres Mura, disambut jajaran perwira beserta anggota kepolisian di lingkungan Mapolres Mura.

Pagi itu pucuk pimpinan tertinggi di Mapolres Mura berganti. Serah terima jabatan sudah dilaksanakan pada 28 November 2017 di Mapolda Sumatera Selatan.

AKBP Bayu Dewantoro SIK, MM yang sebelumnya sebagai Kapolres Empat Lawang ditugaskan sebagai Kapolres Musi Rawas mengantikan AKBP Pambudi SIK, yang menjabat sebagai Wadires Narkoba Polda Bengkulu.

Tradisi penyambutan pejabat baru diawali pengalungan bunga dan buket kepada AKBP Bayu Dewantoro beserta istri Ny Devi Bayu. Pengalungan bunga dilakukan oleh Wakapolres Mura beserta istri

Setelah itu, pejabat baru (Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro) beserta istri memasuki gerbang pora para perwira di Lingkungan Mapolres Mura menuju gedung utama, ruang kerja Kapolres.

AKBP Bayu Dewantoro disambut AKBP Pambudi.

Penyambutan pedang pora sendiri adalah tradisi setiap ada pergantian di pucuk pimpinan. Setelah itu ramah tamah dan paparan antara pejabat baru dengan para perwira serta anggota di jajaran Mapolres Mura di Aula Atmani Wedhana. Setelah itu ditutup dengan Upacara Pelepasan Pejabat Lama AKBP Pambudi. Dalam upacara itu secara umum rangkaiannya sama seperti saat menyambut pejabat baru.

“ Meskipun sederhana, tetapi semoga penuh makna, dan berkesan bagi pimpinan yang telah mengabdi untuk Mapolres Mura, ” kata dia

Kapolres Mura AKBP Wahyu Dewantoro, SIK, MM usai melepas AKBP menjelaskan, jika dirinya ditempatkan di Polres Mura merupakan amanah dari yang maha kuasa, sebelumnya diri menjabat sebagai Kapolres Empat Lawang selama tujuh bulan, dan tidak menyangka jika dirinya bisa ditempatkan di Polres Mura.

“ Kita akan terus menjalankan program-program yang sudah dijalankan oleh AKBP Pambudi sebelumnya, yang saya lihat dan kita pantau dari dulu, program-program beliau cukup bagus dan perlu untuk dilanjutkan, ” kata Wahyu

Lanjut Wahyu, dirinya mengajak seluruh masyarakat, wartawan untuk bekerja sama dalam menjaga dan mewujudkan situasi kantibmas yang kondusif diwilayah hukum Mura dan wilayah Muratara.

“Saya memohon doa restunya dan kerjasama guna mewujudkan situasi yang kondusif,” ucapnya

Dirinya juga sudah memilik antensi khusus, guna menangani kejadian seperti permotalan dan pemblokiran jalan  lintas sumatera (Jalinsum) diwilayah Muratara, dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat, agar hal yang serupa tidak terulang lagi, dan situasi selalu kondusif.

“ Intinya nanti kita akan melakukan cara-cara baik preventif  maupun represif untuk kegiatan dimaksud, intinya selagi mereka bisa digunakan cara prevenfif itu akan jauh lebih baik, untuk refresif itu diperlukan seperlunya saja,” jelas Wahyu

Ditegaskannya, dirinya juga akan terus menekan tinda kriminalitas Curas, Curat dan Curanmor, didua wilayah Mura dan Muratara, bagi siapa saja yang melanggr dan melakukan tindak kriminalitas, itu akan ditindak tegas guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“ Selagi itu memenuhi pasal, dan memenuhi bukti-bukit harus mepertanggung jawabkan perbuatannya, dan apabila sudah sangat meresahkan maka kita akan tindak tegas,” tambahnya

Wahyu juga berjanji akan menjadikan pers sebagai mitra yang baik, dan dirinya juga menghimbau agar pers juga harus memberikan berita yang berimbang, yang sesuia dengan fakta dan juga memberikan informasih yang dapat dipertanggung jawabkan.

Bagaimana Menurut Anda?