Pelatih Futsal Protes, Sanusi : Kedepankan Komunikasi

6.124 dibaca
Fauzi Toldo pelatih futsal saat melakukan interupsi pada saat acara pembagian hadiah
Fauzi Toldo pelatih futsal saat melakukan interupsi pada saat acara pembagian hadiah

BUANAINDONESIA.CO.ID,BANYUASIN РNilai Bonus yang diberikan oleh pihak Disbudporapar Banyuasin di aula rapat, bidang Pemuda dan Olahraga untuk para atlet, dinilai tidak sesuai atau tidak sepadan dengan jumlah pemain meskipun hadiah yang diperoleh hanya sebatas perunggu. Akibatnya, Pelatih futsal yang biasa disapa bang fauzi ini tidak menerima uang bonus yang sudah disiapkan oleh Disbudporapar Banyuasin. (Baca: Dibudporapar Banyuasin Bagikan Bonus Atlet Porprov)

“Alhamdulilah, Perdana Futsal Banyuasin berlaga sudah menorehkan perunggu, namun miris, Dapat bonusnya satu juta, dibagi 7 orang yang di ACC oleh pihak Dinas untuk bermain futsal di Porprov XII Palembang 2017 lalu, berapa lagi untuk anak-anak”,¬†ucap Fauzi.

Dirinya menegaskan , Uang Sebesar 1 juta tidak mereka terima dengan alasan bingung untuk membagikan uang tersebut. “Kami tidak menerima, ya saya nilai Pemkab tidak menghargai hasil keringat Pemain, masa 7 Pemain diberi bonus Satu juta, setidaknya 500 ribu lah satu anak, kan anak-anak itu ada yang jaraknya jauh,” cetusnya.

Senada dikatakan, Juandi pelatih sepak takraw Banyuasin, yang membawa sembilan orang, delapan pemain dan dua official. Bahwa pihaknya tidak menerima uang sebesar Rp. 1 Juta tersebut.

Hal yang sama diutarakan Edi Pelatih Tenis meja, dan Ali mukhtar Pelatih Catur dirinya meyayangkan bonus yang tidak sesuai harapan tersebut. Menurutnya, hal tersebut terkesan tidak ada keadilan dalam pembagian.

“Ya sebenarnya bukan masalah besar kecilnya, namun kita lihat mereka ini membagi bonus sama rata, Beregu diberi satu juta, dan Perorangan Satu Juta juta. Semestinya untuk Beregu seperti Futsal, Sepak takraw, berbedalah dengan Perorangan”. ucapnya.

Sementara, Kabid Pemuda dan Olahraga Banyuasin menanggapi protes tersebut dengan bijak, bahwa hal tersebut wajar dalam kehidupan.

“Ya kita memaklumi protes dia, namun mau bagaima lagi kondisi anggaran kita saat ini sedang defisit, dan kita sudah berusaha semaksimal mungkin agar mereka tetap mendapatkan bonus agar jerih payah mereka terbayarkan”. ucapnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan agar dana bonus dicairkan lebih dari 250 juta. “Kita sudah lakukan usulan agar dana tersebut keluar sebesar Rp. 650 juta, namun karena keterbatasan anggaran, dan bertepatan pilkada, Asian games, serta kegiatan lain seperti penanggulangan Asap, maka dana yang kita terima hanya 250 juta, jadi kami minta agar kawan-kawan pengurus dapat legowo dalam menerima bonus yang sudah kita berikan, insha allah kedepan akan kita perjuangkan bonus agar lebih dari saat ini, dan insha allah kita akan tetap komunikasi dengan Fauzi toldo agar kita sama-sama mendapat jalan keluar, sehingga tidak berlarut-larut”. tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?